News  

Ada Apa Gerangan, Dua Hari Berturut Camat Teluk Mutiara-Alor Kumpul Pedagang Kecil


Ada Apa Gerangan, Dua Hari Berturut Camat Teluk Mutiara-Alor Kumpul Pedagang Kecil

Camat Teluk Mutiara, Ridwan Nampira (tengah)

TIMORDAILYNEWS.COM, ALOR- Camat Teluk Mutiara, Ridwan Nampira, S.Sos selama dua hari berturut-berturut kumpul bersama pedagang kecil di Kota Kalabahi, Ibu kota Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Ada apa gerangan yang dilakukan Camat Nampira bersama para pedagang kecil. Ternyata setelah dicek pertemuan tersebut dalam upaya merapihkan kondisi pasar, dan petak bangunan milik pedagang yang terkesan kumuh yang berada disejumlah titik di kota yang dijuluki Kota Kenari tersebut.

Nampira kepada Timordailynews.com di Pusat Kota Kalabahi di Kantor Kecamatan Teluk Mutiara, pada Rabu (20/5/2021) membenarkan bahwa dirinya selama 2 hari berturut-turut pada Selasa malam (19/542021) dan Rabu pagi ini berkumpul bersama pedagang kecil di Kota Kalabahi.

Pada Selasa malam, jelas Nampira, dirinya bersama Lurah Nusa Kenari dan tokoh pemuda berada di pasar inpres Lipa untuk melakukan pendekatan persuasif guna merapihkan kembali lapak dari sejumlah pedagang yang dibangun diluar bangunan pasar yang dinilai mengganggu aktivitas kendaraan yang melintasi lokasi pasar tersebut.

“Pendekatan ini kami harus lakukan, agar menghindari benturan antara petugas pemerintah (Sapol PP) dengan pedagang ketika ada tindakan penertiban. Jadi saya ke pasar itu minta pedagang untuk mentaati petaturan pemerintah dengan memanfaatkan bangunan pasar. Ternyata mereka mendengar dan setuju,” ungkap Nampira.

Menurut Nampira, dirinya harus mendahului Satpol PP sebelum melakukan penertiban. Pasalnya dirinya tidak tega melihat masyarakatnya bertengkar atau berbenturan dengan Satpol PP.

“Saya ke sana berada ditengah-tengah mama-mama lalu saya jelaskan bagi yang sudah keluar dari peta bangunan pasar agar segera masuk kembali. Ternyata mereka menerima, dan setelah itu mereka menahan kami, kemudian rebus ubi dan kami makan beramai-ramai,” jelas Nampira.

Sedangkan pertemuannya dengan pedagang kecil atau pemilik petak yang berlokasi dibahu jalan disepanjang jalan umum pertokoan Kalabahi atau pagar luar di dekat pintu masuk Pelabuhan Kalabahi, dan pedagang pakaian yang berlokasi di ruas jalan di bawah Kantor Bank NTT dan Taman Kota Kalabahi, tegas Nampira, bertujuan untuk merapihkan bangunannya dengan menyeragamkan warna cat, sehingga tidak terlihat kumuh lagi.

“Pertemuan tadi saya bilang sebenarnya bangunan-bangunan petak yang ada harus dibongkar, namun karena tidak ada lagi tempat untuk direlokasi, sehingga kita buat solusi dengan merapihkan dan menyeragamkan warna cat bangunan petak atau kios dan bangunan usaha lainnya. Ini dilakukan agar tidak ada pemandangan kumuh di kota ini,” terang Nampira.

Nampira melanjutkan, dirinya memberikan waktu dua minggu bagi para pedagang yang dimaksud untuk merapihkan dan mengecat bangunan masing-masing. Bagi yang tidak melakukannya, maka dirinya akan memroses pencabutan surat izin.

Camat Teluk Mutiara, Ridwan Nampira (baju kaos hitam) bersama mama-mama di pasar Lipa-Kalabahi

“Kita mulai merapihkan dulu di Kelurahan Kota, kemudian berikutnya lanjut Kelurahan Binongko, terutama dibahu jalan dipagar luar Pelabuhan Dulionong. Setelah itu kita sisir kelurahan yang lain,” tandas Nampira.

Nampira menambahkan, dirinya juga telah mengingatkan kepada pedagang, bahwa bangunan yang ada hanya disiapkan untuk tempat usaha, dan bukan untuk tempat tinggal. Jika menemukan ada yang menjadikan tempat usaha sekaligus tempat tinggal, maka dirinya langsung memroses izin usahanya dicabut.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *