Agung Laksono Temui Ketua GMIT di Kupang dan Ungkap Alasan Golkar Dukung Jokowi

Kunjungan Agung Laksono ke Kantor GMIT Kota Kupang, Kamis (7/3/2019)

 
TIMORDAILY.COM, KUPANG – Mantan Ketua DPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono mengungkapkan alasan mendasar mengapa partai berlambang beringin tersebut mendukung Jokowi dan Maaruf Amin pada pilres kali ini.
Alasan mendasar dimaksud adalah semata-mata mau menunjukkan komitmen Partai Golkar dalam mendukung pemimpin yang bisa menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat Agung Laksono bersama Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lenadan rombongan menemui Ketua Sinode GMIT, pendeta Dr. Merry Kolimon di Kantor sinode GMIT Kota Kupang, Kamis (7/3/2019).
Pertemuan yang berlangsung serius dalam suasana kekeluargaan secara khusus membahas pentingnya Pancasila dan kemajemukan tetap terjaga dalam proses politik yang berjalan.
Agung Laksono menyampaikan sikap dan pandangan Partai Golkar yang tetap teguh memegang prinsip dan nilai Pancasila dalam proses dan dinamika sosial politik yang terjadi di Indonesia termasuk berbagai daerah.
Partai Golkar yang sejak awal berdiri sampai saat ini bertugas mengawal berjalannya nilai-nilai Pancasila dalam praktek bernegara dan berbangsa juga di tengah masyarakat.
“Keputusan mendukung calon presiden Jokowi dan wapres Ma’aruf Amin bagian dari komitmen Golkar mendukung pemimpin yang bisa menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia,” kata Agung.
Dikatakannya, proses politik khususnya pilpres yang berjalan saat ini berpotensi hasilkan residu keterbelahan rakyat akibat politisasi identitas yang berlebihan.
“Partai Golkar berusaha keras agar hal tersebut diminimalisir,” ujarnya.
Foto Bersama Agung Laksono dengan Ketua GMIT Pendeta Merry Kolimon serta petinggi Partai Golkar NTT, di kantor GMIT, Kamis (7/3/2019)

Pendeta Dr. Merry Kolimon menegaskan sikap GMIT yang memandang politik sebagai medan pengabdian mulia bagi banyak orang.
Pegangan dan nilai bersama dalam kehidupan sosial politik tercermin dalam Pancasila.
Partai Golkar konsisten menjaga nilai Pancasila sehingga mendapat dukungan mayoritas dan menjadi pemenang di NTT.
Selama ini persepsi bahwa politik kotor karena pelaku dan praktek politik selama ini jauh dari hakekat politik.
Pendeta Merry meminta partai politik khususnya Golkar harus mampu menghadirkan praktek politik yang benar dan politisi yang mampu bekerja tulus bagi rakyat.
“Kalau Partai Golkar berhasil lakukan ini dukungan mayoritas rakyat NTT niscaya bisa didapatkan,” ujarnya.
Pendeta Merry juga berpesan Partai Golkar harus mampu mempersatukan berbagai aneka perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat.
Perpecahan akibat politik yang makin meningkat pasca pilkada DKI perlu dimediasi oleh parpol sehingga kehidupan masyarakat kembali damai dan tenang dalam bekerja sehari hari.
Partai Golkar dengan pengalaman politiknya selama ini punya kemampuan merajut kembali dan jadi jembatan berbagai kutub politik yang terpisah.
Residu politik yang dikhawatirkan selalu terjadi setelah kompetisi politik bisa dikelola dan dibenahi oleh para pemimpin dan politisi dari Partai Golkar. (roy/TD)
 
Editor : Fredrikus R. Bau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *