Benenai Meluap Lagi, Ratusan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Hujan tanpa henti dalam tiga hari terakhir, Kali Benenai meluap lagi, sebanyak 5 desa di wilayah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (26/2/2021) dini hari, terrendam banjir.

Wilayah terparah adalah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena letaknya berada persis di hulu, dan mendapat banjir kiriman dari Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Untuk Kabupaten Malaka, informasi terkini sedikitnya 5 desa di 2 kecamatan yakni Kecamatan Malaka Barat (1 Desa), Malaka Tengah (4 Desa), terendam banjir setinggi 40 sampai 50 centi meter, menyusul meluapnya Sungai Benenain

Sekitar ratusan hektare lahan pertanian (jagung dan Sorgum) turut terrendam banjir, akibat Kabupaten Malaka diguyur hujan pekan ini, tanaman pertanian berpotensi rusak dan bahkan gagal panen.

Data terdampak banjir sementara didata, setelah melihat langsung kondisi di lapangan saat banjir ratusan hektar tanaman jagung milik warga Desa Lawalu terancam gagal panen.

“Soal kerugian masyarakat belum didata, akan tetapi lahan pertanian masyarakat rusak total, bahkan terancam gagal panen,”kata Daniel Kehi, Kepala Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah yang temui TIMORDAILY, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Kehi, tanpa ada tanda-tanda banjir merendam wilayah Desa Lawalu, tepatnya pada pukul 02.15 dini hari.

“Saat ini, pihak aparat Desa sementara mendata rumah warga terdampak banjir luapan Benenai,”sebut Kades Kehi.

Sebab kata Kehi, luapan banjir Benenai tersebut akibat tanggul yang dibangun telah tiada, tanggul yang dibangun telah dirusaki banjir tahunan tersebut.

“Kepada masyarakat, Kehi berharap agar selalu siaga, sehingga ada banjir kiriman berikut warga selalu siaga,”pinta Kehi.(VIA/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor: Oktavia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *