News  

Bupati Belu Minta Jaga Pangan Dengan Komoditi Unggulan Pertanian

Bupati Belu Minta Jaga Pangan Dengan Komoditi Unggulan Pertanian

TIMORDAILYNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Belu untuk saat sekarang ini, sedang menggalakkan pembangunan sektor pertanian yang diarahkan untuk memenuhi peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif dengan melakukan upaya produksi dan poduktifitas padi dan jagung sebagai komoditi unggulan, selain komoditas pangan lainnya yang memberikan kontribusi besar kepada ketahanan pangan masyarakat.

Isu strategis konsep Ketahanan Pangan ini disampaikan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM saat menjadi pembicara di Kegiatan Dialog Jaga Pangan Untuk Mengawal Ketahanan Pangan dan Mewujudkan Kedaulatan Pangan, yang dilangsungkan di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Jumat (21/10/2022).

Dijelaskan bahwa, Kabupaten Belu memiliki dua musim tanam. Pada musim tanam pertama, telah dilakukan penanaman pada areal lahan pertanian berupa jagung dan padi dengan hasil produksi jagung sekitar 600 ribu ton, sedangkan produksi beras mencapai kurang lebih 32 ton.

“Padi dan jagung telah memenuhi sekitar 50 – 60 % untuk kebutuhan daerah. Selain itu, ada juga kacang-kacangan termasuk pasokan beberapa tanaman holtikultura seperti bawang, sayur-sayuran dan tomat,” papar Bupati Belu.

Untuk optimalisasi lahan, Pemerintah Kabupaten Belu telah melaksanakan Ekosistem Pembiayaan Pertanian dengan melibatkan Pemerintah, Petani, Bank dan Offtaker.

“Dengan ekosistem ini, semoga petani dapat meningkatkan Indek Pertanaman (IP) di daerah-daerah irigasi, DAS, sekitar embung dan daerah-daerah yang memiliki ketersediaan air yang cukup di Musim Tanam 2 pada bulan April – September,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengendalikan inflasi, Pemerintah Kabupaten Belu berkontribusi melalui penyediaan poduksi tanaman hortikultura seperti tomat dan cabai yang tersedia di pasar-pasar di Kota Kupang, Makasar dan Papua.

Disamping itu, bantuan sarana dan prasarana dari Kementerian Pertanian, seperti Benih Padi dan Jagung untuk Program Food Estate, Benih Padi Biofortifikasi, Benih Sorgum, Benih Cabai yang dilengkapi pupuk organik dan anorganik, traktor roda empat dan roda dua, mesin pompa air, embung dan longstorage, juga bantuan ternak (sapi, kambing, ayam) memberikan dampak besar pada peningkatan produksi dan poduktifitas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan, sebagai upaya Jaga Pangan yang bertujuan mewujudkan stabilitas dan kedaulatan pangan di daerah perbatasan RI-RDTL.

“Kita harapkan sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus ditingkatkan untuk mengawal Program Jaga Pangan untuk kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan ini,” imbuhnya.
Bupati Belu mengatakan, optimalisasi lahan di wilayah perbatasan RI-RDTL ini terus dipacu, kendati terkendala air dan fasilitas pertanian yang terbatas.

“Masalah-masalah ini sudah kita diskusi dan kemukakan lewat berbagai forum daerah hingga nasional dan kita juga bekerja sama dengan Pemprov NTT melalui Program TJPS dalam gerakan ekosistem pembiayaan pertanian yang sangat membantu para petani di daerah perbatasan ini,” ungkap Bupati.

Mudah-mudahan Dialog Jaga Pangan ini, ucap Bupati Belu bahwa dapat menyatukan pandangan kita dalam menghadapi berbagai macam masalah lokal dalam menjaga ketahanan pangan nasional kita.

“Pemerintah Kabupaten Belu juga berterima kasih kepada perhatian khusus Presiden Jokowi dan para menteri kabinet yang sudah beberapa kali berkunjung ke daerah ini. Terima kasih juga kepada Bapak Irjen Kementan RI, yang sudah banyak membantu masyarakat untuk menjaga keselamatan pangan di daerah perbatasan ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Inspektur Jendral Pertanian, Dr. Jan Maringka, SH., MH menjelaskan, kunjungan kerja kali ini untuk melihat dari dekat daerah perbatasan, karena disitu ada lalu lintas orang dan barang, ada juga lalu lintas ternak dan tumbuhan.

“Ini bagian dari tugas-tugas Kementerian Pertanian. Jadi yang kita lakukan adalah melihat pos-pos kita yang ada di perbatasan,” katanya.

Dia menyampaikan, seluruh stakeholder harus memiliki pemahaman yang sama bahwa Kementerian Pertanian itu tidak dapat berjalan sendiri. Selain itu, isu yang kita hadapi saat ini adalah, tentang krisis Bank Dunia dan Indonesia.

“Kita bersyukur bahwa kita bisa melampaui itu, bahkan di bulan Agustus lalu Indonesia mendapatkan penghargaan atas swasembada beras. Ini adalah prestasi kita bersama, bukan prestasi Kementerian Pertanian tetapi prestasi bangsa termasuk petani menuju ke arah swasembada dan kita harapkan di tahun 2045 dapat tercapai,” ujarnya.

Kata Irjen Jan Maringka, kita berharap Indonesia mampu memiliki kedaulatan pangan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

“Program Jaga Pangan adalah program pengawasan dalam rangka memberikan kontribusi kepada pertanian sehingga mencapai targetnya dan ini harus kita lakukan bersama. Semua perlu kolaborasi agar program pertanian bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” tandasnya. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *