News  

Calon Guru Penggerak Ikut Festival Panen Hasil Belajar

Calon Guru Penggerak Ikut Festival Panen Hasil Belajar

TIMORDAILYNEWS.COM – Sebanyak 29 Calon Guru Penggerak (CGP) asal Kabupaten Belu mengikuti Festival Panen Hasil Belajar Lokakarya 7 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu berkolaborasi dengan Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak Lokakarya 7 Angkatan 4 Tahun 2022 ini digelar di Aula Hotel Nusantara 2 Atambua, Minggu (16/10/2022).

Kegiatan Lokakarya 7 Angkatan 4 tersebut diikuti para Pengajar Praktif (PP), Calon Guru Penggerak (CGP), Kepala Sekolah, Pengawas, Komunitas, Perwakilan Dinas, Guru Sekolah lain dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM.

Ikut hadir, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Yustinus Loko Bau, S.IP, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Yosefina L. M Katho, SP, Perwakilan dari Balai Guru Penggerak Provinsi NTT, Drs. Abdul Hamid, M.Pd, Maria Yasin, S.Kom, Marselina Nalle, S.Pd dan Rini Astuti, S.Pd, MM.

Bupati Belu mengatakan, Program Pendidikan Guru Penggerak bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin masa depan pendidikan Indonesia, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru disekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

“Hari ini kita dapat inspirasi, semangat, inovasi dan motivasi dari calon guru-guru penggerak kita di Kabupaten Belu. Kita patut berterima kasih kepada para pembimbing dari Dinas Pendidikan NTT yang sudah mendesain program dan kegiatan yang luar biasa ini. Jadi pendidikan belajar merdeka ini sudah berada di jalurnya dan tinggal bagaimana kita bekerja keras untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” jelas Bupati.

Bupati Belu juga mengapresiasi para calon guru penggerak yang nantinya menjadi pemimpin dalam menggerakan proses pembelajaran yang bertumpu pada siswa, sekaligus menjadi agen transformasi ekosistem pendidikan di daerah ini.

“Melalui proses kreatifitas dan inovatif tersebut, akan menuntun anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar yang baik dan berkualitas. Dengan demikian cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Belu yang kompetitif, dan punya karakter ini dapat tercapai,” ungkapnya.

Penanggung Jawab PPGP Provinsi NTT, Rini Astuti, S.Pd, MM menjelaskan, pelaksanaan Lokakarya ke-7 Angkatan ke-4 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di Kabupaten Belu dilaksanakan di 13 Kabupten/ Kota di NTT.

“Kegiatan ini adalah festival panen hasil karya para calon Guru penggerak (CGP) yang memamerkan hasil karyanya selama mereka melaksanakan pembelajaran. Kita juga sudah melaksanakan pendampingan individu oleh pengajar praktek,” katanya.

Disampaikan pula, para guru penggerak diharapkan bisa menjadi pemimpin pembelajaran dan sesuai regulasi yang baru, untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, salah satu syaratnya adalah memiliki sertifikat guru penggerak.

“Kami minta dukungan Bupati Belu agar guru-guru lebih banyak menjadi aktor di program pendidikan guru penggerak. Selain menjadi guru penggerak, juga menjadi pengajar praktik dan instruktur sekaligus fasilitator,” jelasnya. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *