Credit Union Betun Cairkan Uang 20 Juta Tanpa Pemilik Rekening, Anggota Kecewa

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Beatriks Bano Nahak mengaku, ia baru mengetahui uangnya raib pada tanggal 9 September 2020. Nilainya mencapai Rp 20 juta. Kasir Credit Union (CU) Betun mengakui dengan jujur bahwa dia tidak melakukan kecurangan ini. Kalau terbukti dia bersalah, dia siap mengganti uang anggota dan diberhentikan dari CUKS. 

Kasus pencairan uang itu tanpa ijin atau tanpa kehadiran si pemilik uang terjadi di koperasi kredit atau Credit Union (CU) Kasih Sejahtera (KS), Betun, Kabupaten Malaka.

Korbannya adalah Beatriks Bano Nahak, warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Malaka.

“Saat itu, kita mau lakukan pencairan uang Rp 20 juta di kantor cabang Wewiku, tetapi pihak teller mengatakan bahwa telah dilakukan penarikan uang sebesar 20 juta di Kantor Cabang (KC) Betun,” ujar Bruno Atok suami Beatrix kepada wartawan, Senin (8/3/2021) siang di Betun.

Bruno lantas mengecek uang di KC Betun, hasilnya sama, yakni uang Rp 20 juta miliknya telah dicairkan oleh teller untuk seseorang yang tidak ia kenal, dengan cara meniru tanda tangan.

“Anehnya pihak teller CU berani melayani oknum yang melakukan pencairan uang tanpa meminta buku rekening atau buku anggota CU,” ucapnya.

Anehnya lagi, kata Bruno, pihak CU KS Betun mengklaim bahwa pihaknya juga menjadi korban, karena telah melayani pencairan uang tersebut.

“Kami bingung, kami percaya CU makanya kami jadi anggota CU, tapi kok uang kami ditarik orang lain yang tidak diketahui, lalu kami diminta untuk cari pelaku, anehkan?,” tandasnya.

“Kasus yang menimpa anggota kami itu sudah diproses sampai ke bendahara pengurus,” ujar Ketua DP CUKS, Crisantus Lake, Pr, kepada wartawan di Emaus, Atambua, pada Senin (4/1/2021).

Kasus itu sudah diurus CUKS bersama pemilik rekening, bahkan sudah beberapa kali ada upaya mediasi hingga ke rumah Beatriks, serta ada beberapa kesepakatan yang sudah dibuat.

“Kita tidak tinggal diam atau segaja mendiamkan. Bahkan kita siap ikut proses hukum atas masalah yang menimpah mama Beatriks Bano Nahak ini,” tegasnya.

Bendahara CUKS, Romo Sypri Tes Mau, Pr, menjelaskan, stafnya melakukan pencairan karena ada slip penarikan yang ditulis nama lengkap anggota, tanda tangan, dan nomor rekening dengan benar.

Walaupun status anggota bersangkutan terdaftar di KP Tasimane – Weoe, tetapi sistem memungkinkan penarikan bisa dilakukan di KP mana saja.

“Peluang inilah yang kami curigai telah dipakai untuk melakukan modus operandi penipuan oleh anggota untuk menarik uang, bukan di KP Tasimane malah di KP Betun,” kata Sypri.

“Setelah terjadi kasus, kami cocokan tanda tangan pada slip penarikan serta tanda tangan pada Surat Permohonan Menjadi Anggota (SPMA) waktu awal menjadi anggota, dan penulisan slip ulang oleh anggota sesuai permintaan Staf (3 dokumen), ternyata sama persis huruf, tanda tangan dan nama anggota atas nama ibu Beatriks,” beber Sypri.

Menurut Sypri, secara online dengan aplikasi di HP, anggota dapat terlayani ketika nomor rekening anggota itu benar dan terhubung dengan sistem.

“Kita tidak bisa mempersalahkan teler atau staf, sebab dia melakukan transaksi sesuai ketentuan dan kemungkinan yang ada. Maka kami mencurigai bahwa uang tersebut ditarik oleh anggota (nasabah) itu sendiri, apalagi uang yang disimpan dan ditarik itu ternyata bukan milik pribadi ibu Beatriks, melainkan uang keluarganya yang tinggal dan bekerja di luar Pulau Timor. Kasir kami telah mengakui dengan jujur bahwa dia tidak melakukan kecurangan ini. Kalau terbukti dia bersalah, dia siap mengganti uang anggota dan diberhentikan dari CUKS,” papar Sypri.

“Secara kasat mata Kasir kami mengingat wajah anggota bersangkutan yang datang ke kantor Betun. Kenapa tidak tarik saja di Weoe? Kalaupun orang lain yang tarik, dari mana dia tahu rekening dan tanda tangan anggota atas nama ibu Beatriks? Memang kantor kami di Betun (ibu kota Malaka) belum ada CCTV, tetapi secara kasat mata, kasir mengingat wajah ibu Betriks. Namun demikian kita tidak bisa menuduh,” ujar Sypri.

Sypri pun mengaku siap mengikuti proses hukum. Sebab suami Beatriks menyatakan bersedia keluarkan biaya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami menunggu proses itu. Kami siap mengganti uang itu dan memecat staf kami jika terbukti bersalah,” tandas Sypri.(VIA/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *