News  

Dampak Relokasi Pedagang Ke Pasar Lipa, Sopir Angkot Di Kalabahi-Alor Mogok

Dampak Relokasi Pedagang Ke Pasar Lipa, Sopir Angkot Di Kalabahi-Alor Mogok

Kendaraan angkot yang diparkir oleh para sopir menyusul aksi mogok

TIMORDAILYNEWS.COM, ALOR- Sopir angkutan kota (Angkot) di Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor, Provinsi NTT melakukan aksi mogok dengan tidak mengoperasikan kendaraannya, pada Selasa (8/6/2021).

Sopir angkot merasa dirugikan, karena angkutan pedesaan mengantar penumpang hingga masuk ke tengah kota di Pasar Inpres Lipa Kalabahi, akibat dampak dari pemindahan semua pedagang dari Pasar Kadelang ke Pasar Inpres Lipa menyusul dibangunnya pasar terbesar di Kabupaten Alor tersebut.

Koordinator aksi mogok angkot, Imanuel Sallek kepada Wartawan, selasa (8/6/2021) di lokasi aksi di wilayah Kadelang menjelaskan, akibat pemindahan pedagang dari Pasar Kadelang ke Pasar Inpres Lipa tanpa menyiapkan sarana terminal bagi angkutan pedesaan, akhirnya angkutan desa mengantar penumpang hingga ke Pasar Inpres Lipa.

Kondisi ini, kata Imanuel, tentu merugikan angkot karena angkot tidak lagi mendapatkan penumpang pasar, dan gilirannya mengalami penurunan pendapatan.

“Kalau Pasar Kadelang kemarin belum dibongkar, angkutan pedesaan menurunkan penumpang di terminal Kadelang atau disejumlah lokasi, kemudian angkot mengangkut penumpang ke rute-rute di wilayah kota. Tapi dengan kondisi saat ini, baru beberapa hari pendapatan angkot langsung anjlok,” ungkap Imanuel.

Terkait dengan hal tersebut, Imanuel meminta Pemerintah untuk segera menyiapkan terminal bagi angkutan pedesaan, agar angkot tidak mengalami kerugian.

Menurut Imanuel, Pemerintah harus mencari lokasi yang lain untuk memindahkan pedagang dari Kadelang yang sudah direlokasi di Pasar Lipa. Lokasi yang baru ini diharapkan lokasi yang memadai dan ada tempat yang disediakan untuk terminal.

Imanuel mengatakan, informasi tentang dana Rp900 juta yang dialokasikan untuk menyiapkan lahan sangatlah cukup untuk mendapatkan lokasi strategis guna dijadikan pasar sementara, termasuk dengan penyedian terminal sementara atau terminal bayangan.

Selain meminta untuk menyiapkan terminal, Imanuel juga meminta Pemerintah untuk menaikkan tarif angkot apabila kondisi yang ada masih dialami angkot.

Berkaitan dengan aksi mogok ini dan juga terjadinya kemacetan di ruas jalan negara di kawasan pertokoan dan Pasar Inpres Lipa sejak para pedagang dipindahkan, informasi yang dihimpun Wartawan akan diadakan pertemuan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Alor, pada Rabu (9/6/2021).(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *