google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gubernur Laiskodat Impikan Angka Stunting NTT Akan Menurun

Gubernur Laiskodat Impikan Angka Stunting NTT Akan Menurun
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malaka, Kamis (24/3/2021). fot by Seldy Berek/TIMORDAILYNEWS.COM

TIMORDAILYNEWS.COM, MALAKA – Gubernur Laiskodat punya impian bahwa saat berhenti dari gubernur angka stunting bisa menurun hingga single digit 8-9 persen.

Sebelumnya angka stunting di Provinsi NTT sebesar 42 persen dan hingga saat ini masih terdapat 23 persen.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan itu dalam Kunjungan Kerjanya di Trans Kapitanmeo – Kecamatan Laenmanen – Kabupaten Malaka, Kamis (25/3/2021).

Dia mengaku, sebanyak dua persoalan yang menjadi momok di Provinsi NTT yakni penurunan stunting dan Covid- 19.

“Kita minta kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius dengan cara memantau dan mengintervensi sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.

Dijelaskan Gubernur Laiskodat, dalam kunjungan Presiden Jokowi di Sumba beberapa waktu sudah menekankan agar semua pihak memperhatikan persoalan itu karena sesuai dengan target nasional presiden mematok 14 persen, sementara di NTT masih menyumbangkan prosentase yang besar.

Karena itu, Gubernur meminta agar persoalan stunting harus dipantau dan diintervensi.

“Seluruh anak bayi harus ditimbang dan dipantau kalau yang stunIng supaya ditangani. Puskesmas sebagai garda depan harus berperan aktif dalam penanganan stunting,” tegas Viktor.

Sementara Donatus Bere, SH selaku Plh Bupati Malaka melaporkan kepada Gubernur NTT, bahwa angka pasien Covid di Kabupaten Malaka biasa teratasi, walau pada posisi zona merah.

“Saat ini penyebaran covid, masih bisa terkontrol, Yang ditangani pihak teknis dengan dukungan penuh oleh pemerintah,” jelas Donatus dalam sambutannya.

Menurtnya, saat ini posko-posko tetap aktif mendata guna medeteksi arus keluar dan masuknya masyrakat.

Sementara untuk kegiatan Vaksinisasi tahap ke II sementara berjalan.

“Sasaran Vaksinisasi tahap II ini, sasarannya untuk 14 ribu jiwa lebih, yang fokusnya untuk petugas pelayanan publik,” jelas Sekda Donatus. (via/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor : Oktavianus Seldy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *