Hadiri Sidang di MK, Agus Nahak Tudingan SBS-WT Tidak Sesuai Fakta

TIMORDAILY.COM/JAKARTASidang perdana sengketa pilkada kabupaten Malaka, NTT pada tanggal 26 Januari 2021 mulai jam 8 pagi berlangsung lancar di ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

“Semua berjalan lancar,” ujar Agustinus Nahak tim hukum Simon Nahak-Louise Lucky Taolin Selasa (26/1/2021), kepada para awak media di depan kantor MK, Jakarta.

Agustinus Nahak menjelaskan bahwa sidang pada hari ini beragendakan pemeriksaan pendahuluan untuk mengecek kelengkapan dan permohonan kejelasan serta pengesahan bukti. Pada sidang pendahuluan itu, pihak yang terkait akan ditentukan oleh majelis hakim.

Selanjutnya kita sangat yakin Para Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi pada sidang pemeriksaan dan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) akan memutuskan perkara dengan profesioanal.

Tentu kita sangat yakin SNKT akan redup karena tuduhan yang disampaikan oleh pihak SBS-WT terindikasi tidak sesuai fakta, ”jelas Agustinus Nahak.

Sebagai informasi dalam laman situs MK bahwa sidang pengucapan putusan akan dilakukan pada tanggal 15—16 Februari 2021 dan 19—24 Februari 2021 kepada penyerahan menempatkan pemohon, KPU, pihak yang terkait, dan Bawaslu.

Untuk memasuki Gedung Mahkamah Konstitusi, pengunjung harus menunjukkan hasil tes antigen swab dengan hasil negatif, memakai masker, tubuh bersuhu tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius serta hanya memiliki waktu audiensi selama maksimal 30 menit.

Mahkamah Konstitusi menerima sebanyak 135 permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah yang terdiri atas tujuh sengketa hasil pemilihan gubernur, 114 hasil pemilihan bupati, dan 14 hasil pemilihan wali kota.

Sebagai pengingat kembali Keputusan KPU Nomor: 99 / PL.02.3-PU / 03 / KPU-Kab / IX / 2020, ”kata Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak, Rabu (23/9). Pasangan calon yang ditetapkan dari dua calon. Keduanya adalah calon calon Stef Bria Seran-Wande Taolin yang dikenal dengan tagline SBS-WT dan Simon Nahak-Kim Taolin yang menggunakan sandi politik, SN-KT.

“Profesionalitas hakim – hakim mahkamah konstitusi sudah tidak diragukan, walau ada berkas kontainer-kontainer yang diajukan sebagai bukti oleh pihak penggugat, namun itu keputusan pada akhirnya tidak akan bisa berubah menjadi bentuk apapun,” pungkas Nahak.

KUASA HUKUM SBS-WT TERANCAM PIDANA 

Tim kuasa hukum atau Pengacara Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka Nomor urut 2, Stef Bria Seran- Wendelinus Taolin (SBS-WT) terancam pidana lantaran Laporan dugaan di Pilkada Malaka dengan nomor surat: 010 / LP / PB / Bawaslu-kab / 19.22 / I / 2021 dinyatakan tidak terbukti menurut hukum dan tidak memenuhi unsur pidana

Yanuarius Nahak, SH., MH selaku Ketua Ikatan Keluarga Malaka Bali dan Praktisi Hukum, melalui keterangan tertulisnya kepada
LNC (20/1/2021) Yang mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh TIM Hukum SBS-WT

Tindakan yang dilakukan itu menciptakan sangat tergesa-gesa mengambil langkah tanpa melakukan cek dan ricek, kita sebagi salah satu organ penegak hukum harus berbicara berdasarkan bukti dan fakta, jika tidak maka kita sendiri yang akan membantu dengan hukum.

“Laporan terhadap Tim Hukum SBS-WT semakin kuat jika Mahkamah Konsititusi (MK) menolak Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pasangan SBS-WT”tegas Yanuar

Laporan tersebut ditujukan kepada KPU Kabupaten Malaka diduga memanipulasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemilih sebanyak 2039 NIK siluman yang tersebar di 117 TPS di 30 desa dalam 12 kecamatan di Malaka.

Hasil rapat pleno Bawaslu memutuskan bahwa fakta bukti saksi-saksi dan bukti-bukti laporan dugaan bukti yang diduga berdasarkan Surat: 010 / LP / PB / Bawaslu-kab / 19.22 / I / 2021, dengan terlapornya komisioner KPU Malaka tidak terbukti menurut hukum dan tidak Dapat ditindak lanjuti, maka status laporan nyatakan karena tidak memenuhi ketentuan pidana.

Berdasarkan hasil keputusan Bawaslu Kabupaten Malaka tersebut, jelaskan tindakan Tim Hukum SBS-WT telah melakukan tindakan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat Malaka khusunya yang terjadi konflik antar kedua kelompok pasangan 01 dan pasan 02 yang sedang memanas. (VIA / TIMOR DAILY / TIMORDAILY.COM)

Editor; Oktavian SUB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *