Belu, News  

Ini Pesan Mendikbud Muhadjir Effendy Saat Pantau UNBK di Belu Perbatasan RI-RDTL

Mendikbud RI Muhadjir Effendy bersama rombongan memantau pelaksaan Kementerian memantau pelaksanaan UNBK di Kabupaten Belu, perbatasan RI-RDTL, Rabu (24/4/2019)

Ini Pesan Mendikbud Muhadjir Effendy Saat Pantau UNBK di Belu Perbatasan RI-RDTL
TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy bersama rombongan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah SMP, Direktur Pembina SMP, Direktur Kesenian dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada KBRI di Timor Leste melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (24/4/2019).
Dalam kunker itu, Mendikbud Muhadjir Effendy didampingi Wakil Gubernur NTT, Bupati Belu, Dandim 1605/Belu serta rombongan Kemendikbud memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan SMA/SMK di perbatasan Belu.
Disaksikan media, Mendikbud Muhadjir yang tiba di SMA Negeri 1 Atambua langsung menyisir ke setiap ruangan kelas hingga fasilitas bangunan lainnya. Tidak saja itu, Menteri juga sempatkan diri masuk ke salah satu ruang kelas, berdiskusi dengan para pelajar kelas II terkait kegiatan belajar mengajar selama ini. Juga berdialog dengan pelajar menggunakan bahasa Inggris.
Selanjutnya Mendikbud menuju ke ruangan kelas tempat pelaksanaan UNBK. Tiba didepan ruangan Mendikbud langsung membuka pintu guna melihat para siswa yang sedang melaksanakan Ujian Nasional dan berdikusi dengan pengawas ujian seputar kegiatan dimaksud.
Dalam sambutan, Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan terimakasih kepada Mendikbud bersama rombongan yang telah melakukan kunjungan kerja memantau pelaksanaan UNBK di perbatasan Belu. Di wilayah Belu masih terdapat beberapa sekolah baik itu ditingkat SD, SMP maupun SMA/SMK yang masih minim fasilitas pendidikan.
Sehingga jelas Lay, saat pelaksanaan ujian siswa masih menggunakan sistem manual. Dengan kondisi ini, Pemerintah Pusat bisa membantu fasilitas guna mendukung dunia pendidikan di perbatasan Belu.
Mendikbud RI, Muhadjir Effendy foto bersama Wagub NTT, Josef Nai Soi, Bupati Belu, Willybrodus Lay serta rombongan Kementerian Pendidikan Kementerian ketika memantau pelaksanaan UNBK di Belu

Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi menuturkan, dunia pendidikan di wilayah NTT banyak mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemerintah Pusat dan Pek Menteri sudah melihat langsung tadi. Program Gubernur yakni rencana fokus tingkatkan pendidikan lebih mantap lagi tahap demi tahap.
“Kami, saya dan Gubernur belum bisa buat apa-apa. Konsep kami di dunia pendidikan kami menamakan transformasi komponen-komponen pendidikan,” kata dia.
Tegas Josef, tenaga kependikan dan tenaga pendidik kami utamakan untuk wujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Komponen kependidikan dan pendidikan sangat penting, jangan berhenti belajar karena itu penting untuk masa depan. Dia menyerukan kepada semua tenaga pendidikan agar jangan melihat hari ini.
“Kalau ngajar malas-malas, yakin tidak masuk surga. Jadi tolong anak-anakku tadi pak Menteri keliling, lihat coretan-coretan di dinding minta bersihkan coretan-coretan di dinding. Saya minta Pak Bupati besok datang lihat apa sudah bersih atau belum,” pesan Josef.
Wagub NTT itu juga akui, sarana dan prasarana kami di NTT masih sangat rendah. Kita anggarakan 1, 8 trilliun untuk membangun dunia pendidikan di NTT. Kami tidak akan segan-segan untuk ke Menteri juga beberapa Menteri lain untuk dapatkan lagi bantuan guna dukung pendidikan.
“Masalah pembiayaan, manfaatkan pembiayan itu dengan seefisien mungkin. Mari bangkit untuk sejahtera, tidak boleh terbelenggu. Anak-anak didik jangan belajar saat ujian saja, tapi harus sedikit demi sedikit, hilangkan cara nyontek saat belajar atau ujian,” ketus Josef.
Penyerahan secara simbolis bantuan fasilitas pendidikan dari Kemendikbud kepada tiga SMP di perbatasan Belu-Timor Leste

Sementara itu, Menteri Muhadjir
Effendy berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidikan serta fasilitas pendidikan di wilayah NTT khususnya di daerah perbatasan antar Negara. Total dana untuk NTT tahun 2019 diatas Rp 3,7 triliun dalam bentuk DAK belum termasuk honor guru sesuai permintaan Presiden dan minta NTT perhatian khusus di sektor pendidikan. Sementara untuk dana non fisik senilai Rp 2,96 triliun.
“Satu hal yang sangat saya senang dan luar biasa yakni, gairah belajar siswanya. Gairah belajar ini tradisi mengajar dari dulu oleh misionaris dan arahkan yang baik dengan
dengan tunjangan fasilitas yang ada,” ucap Muhadjir.
Dia meminta kepada pihak sekolah agar memperhatikan beberapa kerusakan pada fasilitas gedung sekolah diperbaiki demi kenyamanan dan kelancaran belajar mengajar para siswa. “Selalu perhatikan kesiapan untuk ikuti even-even nasional. Mohon kerjasama SMP dengan Bupati, SMA/SMK dengan pak Gubernur untuk percepat pembangunan pendidikan di wilayah NTT,” ujar Menteri Muhadjir.
Bersamaan diserahkan secara simbolis bantuan berupa 1 paket peratan laboratorium tik dan buku untuk koleksi perpustakaan yang diterima masing-masing Kepala Sekolah dari SMPN 1 Atambua, SMPN 2 Atambua serta SMP Bhina Karya Atambua.
Untuk diketahui, Mendikbud Muhadjir Effendy didampingi Wagub NTT, Bupati Belu serta rombongan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memantau juga pelaksaan UNBK di dua sekolah yakni, SMKN 1 Atambua dan SMA Bhina Karya Atambua di perbatasan Belu. (TD)
Editor ; Yan Bau

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *