News  

Ini Pesan Tokoh Di Alor, Hindari Politik Identitas Dan Ciptakan Kamtibmas Yang Damai Dalam Perhelatan Pemilu 2024

Sulaiman Singhs, SH, Pdt. Yakobus Pulamau, SH, dan Muhamad Bere

Hindari Politik Identitas Dan Ciptakan Kamtibmas yang Damai Dalam Perhelatan Pemilu 2024

TIMORDAILYNEWS.COM, ALOR- tokoh agama dan staheholder lainnya di Bumi Kenari, Kabupaten Alor menyerukan kepada segenap masyarakat untuk tetap menciptakan kondisi kamtibmas yang damai dalam perhelatan pemilu 2024 yang tahapannya telah dimulai.

Warga masyarakat juga diminta untuk menghindari politik identitas dan berpikir netralitas sehingga indeks demokrasi daerah dan negara kita semakin diakui bangsa lain.

Demikian benang merah dari himbauan tokoh agama dan stakeholder di Kabupaten Alor kepada Wartawan, Kamis (18/08/2022) ketika ditemui Kalabahi, Inu Kota Kabupaten Alor.

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di Nusa Kenari, politisi senior Golkar, Sulaiman Singh, SH mengatakan, pelaku politik baik masyarakat dan semua unsur yang ada di daerah ini mempunyai kewajiban yang sama dalam menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, aman serta memberikan ruang yang cukup bagi penyelenggara pemilu untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya secara baik.

“Menjaga kamtibmas tidak hanya diperkotaan tetapi juga ditingkat kecamatan hingga ke desa, kepulauan, daratan maupun pegunungan,” ujar Wakil Ketua DPRD Alor ini.

Dikatakannya, dengan tingkat partisipasi politik masyarakat Alor yang bisa mencapai 80-90% menunjukan bahwa pemahaman dan kesadaran kita dalam mensukseskan setiap hajatan politik sangatlah baik.

“Hal baik ini terus dipertahankan, dan menjadi tanggungjawab kita bersama dalam menjaga suasana yang aman dan damai sehingga nantinya produk yang dihasilkan dari pemilu itu produk berkualitas, baik pilpres, pilkada, pileg demi kemajuan dan kesajahteraan bagi seluruh masyarakat khususnya di daerah yang aama kita cintai ini,” ucap Sulaiman Singh.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Alor, Pendeta Yakobus Pulamau, S.Th menegaskan, disituasi yang serba sulit sekarang ini, kita wajib menjaga situasi kehidupan yang kondusif sehingga aktifitas masyarakat dapat bertumbuh dengan baik.

“Alor adalah daerah yang rukun, toleran, masyarakatnya bersaudara, bersahabat sehingga jangan karena persoalan politik kita lalu berada dalam kondisi yang saling menghancurkan,” harap Pulamau.

Dengan dimulainya tahapan pemilu saat ini, mantan Ketua Klasis Alor Barat Laut ini juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak gampang dipengaruhi, tetapi berpikir netral atau terpola dengan politik identitas, supaya semua aktifitas kehidupan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan terlalu fanatik dengan partai lalu menghancurkan orang lain apalagi menghancurkan kekerabatan dan tatanan kehidupan bermasyarakat kita orang Alor,” imbuhnya.

Diakhir penyampaiannya, Pulamau kembali menyampaikan, sebagai pimpinan agama, ia juga berharap agar parpol yang lolos menjadi peserta pemilu nantinya harus disyukurinya, dan bagi yang tidak maka diharapkan untuk terus berbenah.

“Kami juga tetap berdoa agar pergumulan pemilihan umum nanti berjalan dengan baik yang prosesnya mulai dari sekarang sampai tahun 2024 nanti,” tandas Pendeta Yakobus Pulamau, S.Th.

Senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Alor, Muhammad Bere yang meminta agar seluruh komponen masyarakat dan stakeholder lainnya agar menjaga kekompakan dan kebersamaan karena daerah ini sudah aman, nyaman, saling menjaga antara satu kelompok dengan kelompok lain sehingga pemilu yang sudah dijadwalkan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Kita harus tetap tenang, netral dan tidak berpihak pada kelompok tertentu. Mari kita ikuti mekanisme dan aturan mainnya dengan mentaati semua ketentuan yang dikeluarkan penyelenggara pemilu,” pinta Bere.

Ia juga kembali mengingatkan bahwa karena kerukunan dan nilai toleransi yang begitu tinggi didalam kehidupan bermasyarakat sehingga pada Alor berhasil meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama.

“Oleh karena itu sekali lagi saya mengajak kepada kita semua untuk mari jaga kerukunan ini sehingga tidak ternodai dengan hal-hal yang kurang baik. Jangan karena perbedaan dan kepentingan politik lalu membuat kita terpecah belah,” pungkas Muhammad Bere.(oktomanehat/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS)

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *