google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Belu, News  

Istri Jadi Korban Pencopetan di Pasar Halilulik, Begini Desakan Sang Suami

Istri Jadi Korban Pencopetan di Pasar Halilulik, Begini Desakan Sang Suami
Ilustrasi Copet

TIMORDAILYNEWS.COM, ATAMBUA – Seorang perempuan ketahuan mencopet di Pasar Halilulik pada Kamis, (1/4/2021), berhasil diamankan polisi di Kantor Polsek Tasifeto Barat (Tasbar) pada hari itu juga.

Setelah dilakukan pendalaman oleh polisi, sang pelaku tidak ditahan dan dipulangkan.

Kasus itu langsung diselesaikan secara kekeluargaan di kantor polisi dan pihak korban telah memaafkan pelaku.

Kapolsek Tasbar, Ipda M. Madeira yang dikonfirmasi Timor Daily melalui sambungan telepon, Sabtu (3/4/2021) membenarkan jika pelaku tak ditahan tetapi dikenakan wajib lapor.

Dia mengungkapkan, setelah dilakukan pendalaman terhadap kasus tersebut ternyata suami dari korban pencopetan ini tidak menginginkan pelaku diproses.

Dia lantas mendesak istrinya untuk memaafkan pelaku. Sang istri, lanjut Kapolsek Madeira, memaafkan pelaku dan dibuatkan surat pernyataan.

“Suaminya korban desak istri untuk memaafkan pelaku pencopetannya. Akhirnya istrinya ikut dan mengampuni tetapi polisi membuat surat pernyataan dan pelaku wajib lapor sampai waktunya selesai,” ungkap Kapolsek Madeira.

Menurut Kapolsek Madeira sesuai aturan baru yang berlaku, bagi pencuri atau orang yang mengambil barang ornag lain yang nilainya tidak mencukupi  Rp 2.500.000 maka tidak akan dipidanakan.

“Sehingga kasus pencopetan seorang perempuan yang terjadi pada hari Kamis kemarin tidak mencukupi uang minimal 2.500.000. Maka pelaku dipulangkan dan dimaafkan oleh korban,” jelas Ipda Madeira.

Meski pelaku dipulangkan, lanjut ipda Madeira, ada syaratnya yakni membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.  Jika pelaku ini terulang lagi dalam kasus yang sama maka pelaku ditangkap dan tidak lagi diproses langsung dipenjarakan.

“Untuk kedua belah pihak setelah diselesaikan dari pihak kepolisian. Mungkin saja ada urus damai secara kekaluargaan sesuai tradisi adat istiadat. Itu haknya mereka di luar dari kantor polisi,” pungkasnya. (veg/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Laporan Wartawan : Silvester Manek

Editor : Marselino

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *