Kekuasaan SBS Akan Berakhir, Proyek Puskesmas Weliman Senilai Rp 4,7 Miliar Mangkrak

TIMORDAILY.COM,MALAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka di bawah kepemimpinan Stef Bria Seran atau SBS, memiliki segudang masalah proyek. Hingga hari ini detik-detik terakhir berakhirnya kekuasaan SBS di Malaka saat ini, Proyek pembangunan Puskesmas Weliman senilai Rp 4,7 miliar “mangkrak” alias tak tuntas dikerjakan.

Proyek pembangunan Puskesmas Weliman di Kabupaten Malaka hingga Februari 2021 belum selesai juga. Padahal waktu pelaksanaan proyek senilai Rp 4,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 ini sesuai kontrak telah berakhir pada 13 Desember 2019 lalu.

Pantauan TIMOR DAILY pada Rabu (10/2/21), tidak nampak aktivitas para buruh dan tukang proyek yang menyelesaikan bangunan Puskesmas itu.

Proyek ini dikerjakan sejak bulan Juli 2019, namun sampai hari ini tahun 2021 presentase pekerjaan baru mencapai sekitaran 40 persen.

Goris Klau, warga Weliman yang dijumpai TIMOR DAILY, Rabu (10/2/2021) di sekitaran lokasi proyek, mengatakan, pembangunan Puskesmas Weliman seharusnya selesai tepat waktu, jika perencanaan dibuat secara matang, serta pengawas proyek atau dinas terkait melakukan pengawasan pekerjaan secara ketat.

“Ada apa dengan kondisi fisik proyek itu,proyek ini sudah lama sejak tahun 2019, kerja proyek seperti ini tidak bisa selesai? Masa kontrak sudah selesai termasuk Addendum pertama sudah selesai, sementara proyek ini baru bangun begini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nahak Marsel, kepada TIMOR DAILY  ia mengaku kecewa terkait progres proyek yang tidak kunjung rampung itu.

“Kasian pak, kami ini orang kecil tidak bisa berbuat banyak hal jika ada proyek seperti ini. Kami tidak dilibatkan untuk kerja proyek ini pak. Para tukang pekerja proyek ini asal dari Kefa, sebab kata para tukang itu proyek bos dari Kefa yang menang tender,” jelas Marsel dengan wajah panik saat berbincang dengan TIMOR DAILY, Rabu (10/2/2021) siang.

Walau demikian, ia berharap Wakil Rakyat Malaka jangan tuli dan buta terkait proyek itu. “Yah kalau bisa Komisi III DPRD Malaka bantu urus itu proyek, biar masyarakat bisa nikmati fasilitas puskesmas itu,” tukasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Kabupaten Malaka,Yohanes Nahak ketika didatangi TIMOR DAILY di kantor miliknya itu, sedang tidak berkantor.

“Pak Kadis ada keluar, kami tidak mengetahui Pak Kadis ke mana,” jelas Staf Dinas PUPR Malaka yang dijumpai  di halaman depan kantor, Rabu (10/2/2021) siang.

Herman Klau, Kepala ULP Malaka yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Puskesmas Weliman, ketika dihubungi, Rabu (10/2/2021) tidak menerima panggilan telepon TIMORDAILY. (VIA/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor: Oktavia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *