News  

Kembalikan Kejayaan Sapi Bali di Belu, Bupati Taolin Fokus Perbaikan Genetik dan Peningkatan Populasi

Kembalikan Kejayaan Sapi Bali di Belu, Bupati Taolin Fokus Perbaikan Genetik dan Peningkatan Populasi

TIMORDAILYNEWS.COM – Upaya serius Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, untuk mengembalikan kejayaan sapi Bali melalui Inseminasi Buatan (IB) terus digalakkan. Selain sapi Bali, juga dikembangkan sapi jenis Wagyu, Limosin, Simental, Angus dan Brahman.

Sebagai salah satu program andalan Pemerintah Kabupaten Belu, kegiatan ini juga menjadi perhatian serius Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Pada saat meninjau lokasi pengembangan Sapi Bali di kawasan Buaoan, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Rabu (10/08/2022). Gubernur NTT ikut melakukan kegiatan IB, yang disaksikan langsung oleh Bupati Belu.

Disampaikan Bupati, pelaksanaan kegiatan IB ini, ditujukan agar sapi-sapi milik peternak menjadi bunting, sehingga akan lahir pedet-pedet yang akan menambah populasi sapi di Kabupaten ini.

Bupati Belu pada saat itu mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT dan jajaran, yang sudah memberi perhatian kepada masyarakat di Kabupaten Belu.

“Lokasi disini (Dusun Buaoan, red) menjadi titik pertama yang dikunjungi Gubernur dan rombongan. Gubernur datang untuk melihat secara langsung Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Belu, untuk mengembalikan kejayaan Sapi Bali di Kabupaten Belu ini,” ungkap Bupati Taolin.

Lanjut Bupati, IB juga menjadi program prioritas dan andalan Gubernur NTT. Tadi kita menyaksikan bersama, saat tiba disini, Gubernur langsung melakukan kegiatan IB.

“Selain IB, warga disini sudah menyiapkan 200-san ekor sapi yang siap divaksin. Mudah-mudahan kedepan, populasi ternak sapi di Kabupaten Belu terus meningkat,” tukasnya.

Disisi lain, ketergantungan anakan hasil dari kawin alam masih sangat tinggi, karena hampir seluruh sistem pemeliharaan ternak sapi di Belu dengan cara dilepaskan.

“Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena dengan sistem kawin alam yang tidak terprogram, akan terjadi inbreeding (kawin sedarah), sehingga terjadi penurunan mutu genetik pada ternak, sehingga performans sapi terlihat lebih kecil,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, IB pada ternak sapi merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan populasi.

”Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” tutur Bupati. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *