Belu, News  

Kepala Desa ini Mengamuk Gegara Berita Tentang Jembatan yang Nyaris Putus

Jembatan Maukumu Terancam Putus, Warga Minta Pemdes Jangan Masa Bodoh
Jembatan Maukumu, Kabupaten Belu yang terancam putus. gambar diambil, Senin (5/4/2021). foto by Vegal Manek/TIMORDAILYNEWS.COM

TIMORDAILYNEWS.COM, ATAMBUA – Kepala Desa (Kades) Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Hery Luan tidak menerima baik berita yang dipublikasikan media ini terkait Jembatan Maukumu yang nyaris putus karena longsor.

Diduga karena tak puas, sang kades mencari Timor Daily sembari mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

Tak hanya mengancam Timor Daily, sang kades juga mengancam narasumber berita karena menyebut pemerintah desa masa bodoh.

Kades Hery Luan yang dikonfirmasi Timor Daily, Senin (12/4/2021) malam sekitar pukul 20.20 membenarkan jika dirinya  tersinggung dengan pemberitaan tersebut.

Ditanya mengapa tersinggung? Kades Hery mengaku tersinggung dengan judul berita yang katanya menyebut pemdes masa bodoh.

Padahal, lanjutnya, dirinya sudah pernah melaporkan kondisi jembatan itu namun belum ada respon.

“Saya tidak marah tapi kenapa tidak konfirmasi ke pemerintah setempat. Jembatan itu sudah lama dan saya sudah pernah usulkan tetapi belum direalisasikan,” ujarnya.

Kades Hery mengaku darah tinggi dan terbawa emosi sehingga tidak mengontrol kata-katanya. meski demikian, dia berjanji akan mengecek lagi kondisi jembatan yang nyaris putus itu.

“Saya sekarang pusing dengan bencana alam lalu ini judul berita bilang pemerintah masa bodoh saya lebih tambah pusing. Saya ini darah tinggi adik (wartawan timordailynews.com, red) Kadang saya emosi, omong (bicara, red) Bahasa Indonesia juga tidak jelas. Dan saya janji akan ke lokasi  untuk melihat secara langsung,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Jembatan Maukumu, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk terancam putus akibat hujan deras yang mengguyur dan banjir di wilayah itu.

Salah satu sisi jembatan terjadi longsor sehingga sangat berbahaya.

Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Belu dengan Kabupaten Malaka ini membutuhkan perhatian dari pemerintah agar tidak membahayakan pelintas.

Pantauan Timor Daily, Senin (5/4/2021) pukul 11.00 siang, sejumlah warga yang mendatangi jembatan maukumu.

Mereka terlihat memberikan peringatan kepada pelintas agar berhati-hati.

Salah satu warga setempat, Edas Mau kepada Timor Daily mengatakan, meski jembatan itu berada di ruas jalan provinsi, harusnya pemerintah desa setempat proaktif mendatangi lokasi untuk mengetahui kondisinya.

Selanjutnya melaporkan kepada pemerintah tingkat atas agar memberi perhatian sebelum ada korban.

“Minimal pemerintah desa datang lihat lalu laporkan kepada pemerintah di atasnya. Atau pasang dulu tanda peringatan agar pelintas berhati-hati. Jangan masa bodoh,” ujarnya.

Lebih lanjut Edas Mau mengatakan, pemerintah setempat segera melaporkan kepada Badan Penanggulangan bencana Daerah  dan Dinas PU atau juga bisa mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Belu untuk segera memperhatikan.

“Jembatan ini titik tengah antara Desa Naitimu dan Desa Mandeu. Karena itu, pemerintah dari dua desa ini harus segera kelokasi untuk melihat,” pintanya.

Kepala BPBD Belu, Balthasar Bouk yang dikonfirmasi Timor Daily di Kantor Desa Tasain membenarkan kondiri jembatan tersebut.

Menurutnya, Jembatan Maukumu berada di jalan negara yang merupakan tanggunggungjawab pemerintah provinsi.

“Paling tidak, ada kordinasi dari pihak pemerintah setempat baik kepala desa maupun camat kepada BPBD dan PUPR kabupaten untuk menyampaikan ke PUPR provinsi,” ujarnya. (veg/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Laporan Wartawan : Silvester Manek

Editor : Marselino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *