Kepala SMA Negeri 5 Kupang ; Ikuti Aturan yang Ada

Kepala SMA Negeri 5 Kupang ; Ikuti Aturan yang Ada
Kepala SMA Negeri 5 Kupang ; Ikuti Aturan yang Ada

Kupang,Timordailynews.com – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kupang (SMA Negeri 5 Kupang) Veronika Wawo, SPd, MPd mengatakan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Tahun Ajaran 2024-2025 sangat diminati oleh siswa-siswi baru Kota Kupang.

Sejak dibuka pada hari pertama tanggal 19 juni 2024, langsung memenuhi kuota yang dibutuhkan oleh SMA Negeri 5 Kupang.

Jumlah yang dibutuh berdasarkan ketetapan penerintah 432 siswa. Apabila kuota terpenuhi, maka dengan sendirinya sistim terkunci.

“Padahal, sejak dibukanya pendaftaran dari tanggal 19 sampai tanggal 21 juni 2024. Pada hari tanggal tersebut juga langsung terisi dan terpenuhi kebutuhan,” kata Veronika Wawo, SPd, MPd, Kamis (20/6/2024).

Selain itu, semua syarat-syarat yang upload dokumen di website pendaftaran pihaknya ketika mengecek ulang satu persatu-satu semua dokumen lengkap dan sesuai syarat.

“Memang ada beberapa dokumen yang di aplot tersebut tidak sesuai dengan syarat zonasi yang telah ditetapkan, salah satunya Kartu Keluarg (KK). Maka dengan sendirinya gugur,” ujarnya.

Tambahnya lagi, “Ada orang tua siswa baru datang ke sekolah, bahkan anggota DPRD juga telepon maupun WhatsApp kepada saya untuk mengakomundir anak maupun keluarga mereka. Namun, saya menjawab mereka bahwa pihak sekolah ikuti aturan yang ada dan ketika semua terpenuhi, maka sistem terkunci dengan sendirinya.”

Bahkan dan siswa yang tempat tinggalnya depan sekolah SMA Negeri 5 Kupang, tidak bisa akomundir karena sistem sudah terkunci.

Penyebabnya meludaknya siswa yang tidak di akumondir adalah zonasinya terlalu luas, bayangkan SMA Negeri 5 Kupang meliputi beberapa kelurahan, kayu putih, kel.fatululi, kel.Oebufu dan kelurahan Tuak Daun Merah-TDM

Ia menambahkan SMA Negeri 5, jumlah rombongan belajar (rombe) 1 kelas berjumlah 30 orang, kebutuhan siswa baru di SMA 5 Kupang berjumlah 432 yang terdiri dari 12 (robel) rombongan belajar, maksimal 1 kelas berjumlah 36 siswa. Ini sesuai standar nasional.

“Dari jumlah 432 penerima siswa baru tersebut 8 orangnya diisi dari siswa anak adel (anak yang pindah dari daerah,” tutup kepsek. (yas/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *