News  

Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat, Yayasan Nusa Tenggara Beraktivitas di Belu

Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat, Yayasan Nusa Tenggara Beraktivitas di Belu

TIMORDAILYNEWS.COM – Pihak Yayasan Nusa Tenggara (Yanusra) melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Belu. Kunjungan ke Belu dalam rangka menjajaki kerjasama pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi.

Kedatangan pihak manajemen Yanusra, disambut Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM di Ruang Kerja Asisten Administrasi Umum Sekda Belu, Jumat, (11/11/2022).

Turut mendampingi Wakil Bupati Belu, Asisten Pembangunan Sekda Belu, Gerardus Mbulu, SE, Kaban Kesbangpol, Apolinaris M. Susar, S.Sos dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Daniel Nahak, S.STP. Sementara pihak Yanusra diwakili Collins Ballow, Ria G. Warsito, Debby Nulik, Everd Hosang, David Hallstead, Pater Anis Naihati, SVD, Thomas dan Anna Djaga Evan.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi dan dialog, beberapa topik yang dibahas berkaitan dengan membantu masyarakat di Haliwen, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.
Wakil Bupati Belu mengatakan, jumlah penduduk Kabupaten Belu sebanyak 227.668 jiwa yang tersebar di 69 Desa dan 12 Kelurahan dari 12 Kecamatan. Penduduk miskin kurang lebih 35 ribu jiwa.

“Ini yang harus kita berdayakan untuk meningkatkan pendapatan mereka, sekaligus mental mereka dalam berwirausaha,” katanya.

Sehingga pada titik tertentu, tutur Wabup Belu bahwa setelah yayasan ini keluar dari Belu, masyarakat disini sudah siap secara mental untuk berwirausaha dengan keahlian yang sudah terlatih.

“Kami berterima kasih kepada Yanusra yang telah memilih Kabupaten Belu sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan Yanusra Wilayah Kabupaten Belu, Debby Nulik mengatakan, pertemuan ini dilakukan dalam rangka membangun koordinasi dan memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Belu.

“Ini yayasan baru dan kami sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat di Haliwen untuk menggali potensi, informasi dan lain-lain. Kemarin sudah terbentuk 24 kelompok dengan berbagai usulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Manumutin,” terangnya.

Debby menambahkan, masyarakat Haliwen mengusulkan kebutuhan prioritas seperti bak air, ternak babi dan kambing. Berdasarkan usulan tersebut, kita ingin berkolaborasi terutama dengan semua elemen masyarakat dan pemerintah.

“Kita butuh dukungan, sehingga 5 tahun ke depan target yang kita harapkan dapat tercapai. Untuk sementara kita sudah melakukan uji coba dengan membangun bak air dan MCK serta bantuan ternak kepada 3 kelompok masyarakat di Haliwen,” tandasnya. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *