Ketua Pemuda Katolik Agus Boli; Ada Potensi Teror Bom Bunuh Diri di NTT Selama Masa Paskah

Ketua Pemuda Katolik Agus Boli; Ada Potensi Teror Bom Bunuh Diri di NTT Selama Masa Paskah
Ketua Pemuda Katolik NTT, Agus Boli

TIMORDAILYNEWS.COM, KUPANG – Ketua Komda Pemuda Katolik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Agustinus Payong Boli,SH.MH kembali menyerukan kewaspadaan tinggi dan kecermatan, kehati-hatian bagi umat kristiani yang merayakan perayaan Paskah di NTT.

Pasalnya potensi ancaman teror bom bunuh diri pasca teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan dan di tangkapnya jaringan teroris lain di Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan terakhir penyerangan di Mabes Polri tanggal 31 Maret 2021 bisa saja terjadi di NTT.

Menurut Agus Boli yang juga Wakil Bupati Flores Timur (Flotim) ini potensi ancaman teror ini selalu ada mengingat jaringan teroris di Bima, NTB bisa dengan mudah masuk ke wilayah NTT lewat jalur laut semisal Labuan Bajo dan Pelabuhan-pelabuhan laut lainnya di NTT.

“Mereka, para teroris ingin menyebarkan ancaman kekacauan dan pembunuhan secara masif di Indonesia dan target mereka di wilayah-wilayah markas kepolisian ada kemungkinan di wilayah-wilayah yang selama ini di anggap zona aman oleh kita,” tulis Agus Boli melalui rilis yang diterima Timot Daily, Kamis (1/4/2021).

“Kita tidak boleh lengah dan merasa aman karena mayoritas dan karena teroris bom bunuh diri itu memang niatan mati dengan cara itu dan tidak mengenal wilayah mayoritas atau minoritas.Mereka juga bergerak secara masif dan terstruktur dan semangat solider persaudaran antar mereka sangat tinggi,” pintanya.

Lebih lanjut Agus Boli meminya aparat kepolisian, TNI dan badan intelijen agar berkonsetrasi penuh dan memperketat pengamanan di titik-titik masuk ke NTT.

“Saya meminta Kapolda NTT, TNI dan BIN agar kosentrasi penuh di pelabuhan-pelabuhan laut mendeteksi peluang masuknya teroris dan juga menjaga ketat pusat-pusat peribadatan perayaan paskah 2021,” ujarnya.

Dan kepada para pemimpin Agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu, Budha dan lain-lain bersama masyarakat agar memantau secara cermat sampai di tingkat keluarga apakah ada orang asing masuk mencurigakan dan bersikap intoleran terhadap agama, suku, ras lain.

“Jangan beri ruang yang bersangkutan untuk berdomisili di lingkungan kita lalu melapor ke Pihak kepolisian untuk di selidiki,” tegasnya.

Agus Boli juga meminta Kapolda NTT melalui divisi Cyber Crime agar memantau tulisan-tulisan yang intoleran dan cendrung radikal ke ormas-ormas terlarang dan biang teroris di media sosial dan segera menangkapnya karena polisi mempunyai kewenangan menahan dan menyelidiki seseorang yang dicurigai selama 1×24 jam, tidak cukup dengan himbauan saja.

“Kita ingin NTT aman dan damai biarkan masyarakat tenang bekerja untuk melawan kebodohan dan kemiskinan dalam semangat toleransi yang tinggi. Pemuka-pemuka agama mari kita gunakan mimbar maupun luar mimbar untuk perkuat basis toleransi di NTT,” katanya.

Pemuda Katolik NTT, demikian Agus Boli, menjadi garda terdepan merawat kebinekaan Pancasila dalam cinta Toleransi di NTT.

“Mari kita merebut kemakmuran kesejateraan supaya keluar dari zona kebodohan dan kemiskinan tanpa kegaduhan SARA,” pungkasnya. (nel/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS/COM)

Editor : Okto M

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *