News  

Lima Desa Binaan Bank NTT Cabang Betun Ikut Festival Desa Binaan dan Festival PAD

Lima Desa Binaan Bank NTT Cabang Betun Ikut Festival Desa Binaan dan Festival PAD
Lima Desa Binaan Bank NTT Cabang Betun Ikut Festival Desa Binaan dan Festival PAD

TIMORDAILYNEWS.COM, MALAKA –¬†Lima Desa binaan dari Bank NTT Cabang Betun mengikuti festival Desa binaan dan festival PAD. Kelima Desa tersebut akan dikunjungi oleh dewan juri sesuai jadwal pada Selasa 16 Agustus sampai dengan Kamis 18 Agustus 2022.

Dewan juri terdiri dari Akademisi, Pajak, BPOM,Kadin dan dari Konsultan Media yang berjumlah sebanyak 12 orang.

Festival Desa binaan dan festival PAD dimaksudkan untuk menggali sumber potensi yang dimiliki oleh Desa serta PAD yang dimiliki oleh Desa.

Lima Desa binaan Bank NTT Cabang Betun tersebut diantaranya Desa Wehali dan Desa Bakiruk di Kecamatan Malaka Tengah, Desa Webriamata di Kecamatan Wewiku, Desa Lakekun Barat di Kecamatan Kobalima dan Desa Beaneno di Kecamatan Io Kufeu.

Dr. James Adam,SE.,M.Si salah satu dewan juri yang ditugaskan di Kabupaten Malaka didampingi tim pendamping juri Bank NTT pusat Kristoforus Seda saat ditemui media ini di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Selasa 16 Agustus membenarkan festival Desa binaan dan festival PAD bertujuan untuk menggali sumber potensi yang dimiliki oleh Desa serta PAD yang dimiliki oleh Desa.

“Festival tahun ini berbeda dengan tahun lalu dimana tahun ini festival Desa binaan dan festival PAD. Hal ini agar kita kembangkan lebih untuk bagaimana menggali sumber potensi di desa yang bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa itu sendiri,”ungkap James Adam.

Lebih jauh Dr. James menyebutkan terdapat banyak kriteria penilaian untuk festival Desa binaan dan festival PAD namun variabel penilaian dari beberapa aspek diantaranya aspek Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. “Dimana Aspek Ekonomi dimana langsung berkaitan dengan pendapatan asli desa itu sendiri,”ujarnya.

Dikatakannya lagi, Desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) itu yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa.

“Di desa ini ada meubeler hasil UMKM. Kalau semua ini bisa dikelola dengan baik BUMDES bisa beli produk untuk dijual. Keuntungannya setelah sebagian hasil penjualan itu masuk ke BUMDES dan sebagian itu masuk ke Desa sebagai pendapatan asli Desa,”jelas Dr. James.

Dikatakannya lagi, hari ini (Selasa 16 Agustus,Red) baru dua Desa yang dikunjungi untuk dilakukan penilaian yakni Desa Webriamata dan Bakiruk. Sebetulnya ada potensi untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa.

Ada potensi juga untuk pendapatan masyarakat hanya saja belum dikelola saja secara optimal. Di Webriamata ada keramik yang pasarannya masih pada pasaran masih dijual secara parsial.

“Ini kalau mau dikelola dengan baik yang paling penting itu adalah bangun kemitraan. Na sekarang sudah dengan Bank NTT tinggal saja dititipkan di salah satu supermarket di Malaka. Kemitraan itu salah satu indikator untuk bisa mengembangkan usaha dan kemajuan sebuah usaha,”tandas Dr. James.

Dari hasil penilaian pada lima Desa binaan di Kabupaten Malaka tersebut, menurut Dr. James semua pertanyaan dari juri akan ada scor nilai berdasarkan rumus yang dipakai.

“Nanti akan keluar angka terakhir. Dari angka terakhir itu baru kita bisa lihat dia ada di kategori mana. Kategori itu akan menentukan dia pemenang atau dia belum menang,”bebernya.

Ia menambahkan, kategori terendah pada festival Desa binaan dan festival PAD yakni kategori Desa rintisan. Dimana desa tersebut sebenarnya memiliki potensi akan tetapi baru memulai.

“Dari hasil penilaian kalau Desa masuk dalam kategori tertinggi maka desa tersebut masuk dalam kandidat juara untuk seluruh NTT dan itu sudah masuk kategori Desa maju,”jelasnya lagi.

Tambah Dr. James selain melakukan wawancara terkait dengan festival Desa binaan dan festival PAD, pihaknya juga selalu memberikan saran kepada desa yang bersangkutan dalam pengembangan potensi yang dimiliki oleh Desa sampai pada pemasaran produk.

“Semua produk ini orang akan tau dan orang baru bisa beli kalau orang sudah kenal. Karena itu harus membangun kemitraan dengan semua sektor,”ungkap Dr. James.

Sementara itu tim pendamping juri Bank NTT pusat, Kristoforus Seda saat ditemui media mengatakan festival Desa binaan dan festival PAD berlangsung di 24 cabang dan 115 Desa di Provinsi NTT.

“Berlangsung di 24 cabang dan 115 Desa di Provinsi NTT dengann dewan juri sebanyak 12 orang dari latar belakang akademisi, pajak, BPOM, kadin dan konsultan media,”ujar Kristo Seda.

Kristo menuturkan, melalui festival tersebut untuk menggali sumber potensi yang dimiliki oleh Desa juga untuk PAD yang dimiliki oleh Desa.

Lanjut Kristo, ada beberapa kategori penilaian seperti kategori Desa rintisan, Desa bertumbuh, Desa berkembang atau desa maju.

“Dengan adanya kriteria tersebut kita bisa melihat kalau desanya masih pada tahapan desa rintisan dan Desa bertumbuh maka kita akan tetap dampingi dan kalau sudah pada desa berkembang atau desa maju maka kita akan lepaskan untuk lebih mandiri,”ungkap Kristo. (gon/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *