News  

Partai Nasdem dan Golkar Raih Kursi Pimpinan DPRD Belu, ini Sosok Wakil Ketua Menurut Ketua Nasdem

Partai Nasdem dan Golkar Raih Kursi Pimpinan DPRD Belu, ini Sosok Wakil Ketua Menurut Ketua Nasdem
TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu mulai melakukan Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 sejak hari ini, Jumat (3/5/2019).
Rapat Pleno rekapitulasi ini berlangsung di gedung Wanita Betelalenok Atambua.
Dari hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan dan sebagian rekapitulasi tingkat KPU hari ini, bisa dipastikan Partai Nasdem dan Partai Golkar mendapatkan kursi pimpinan DPRD Belu yakni wakil ketua.
Jatah kursi pimpinan DPRD Belu diperoleh lantaran kedua partai ini sama-sama meraih empat kursi untuk empat daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Belu.
Ketua DPD Partai Nasdem Belu, John Tannur kepada TIMORDAILY.COM, di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Jumat (3/4/2019) mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada warga Kabupaten Belu yang telah mempercayai Partai Nasdem sehingga bisa memilih caleg-caleg dari partai tersebut.
Dikatakannya, sebenarnya target yang ditetapkan pada Pileg 2019 ini adalah enam kursi, namun kenyataannya hanya empat kursi.
“Target ini delapan kursi tapi meleset. Hanya empat saja,” ungkapnya.
BACA JUGA : Tak Dipilih pada Pemilu 2019, Caleg PKS di Belu Perbatasan RI-RDTL Minta Warga Pindahkan Kuburan
BACA JUGA : Aksi Saling Bunuh di Atambua Kota Perbatasan RI-RDTL, Pemkab Belu Diminta Berani Ambil Tindakan Tegas
BACA JUGA : Caleg Demokrat Dapil IV Belu Raih Suara Sama Banyak Timbulkan Pro dan Kontra, Begini Penjelasan Mantan Anggota KPU Provinsi NTT
BACA JUGA : PSI Percaya Hasil Quick count, Grace Natalie Ungkap Alasannya Mengakui Kekalahan di Pileg 2019
 

Partai Nasdem dan Golkar Raih Kursi Pimpinan DPRD Belu
Caleg Terpilih dari Partai Nasdem, Beny Manek

Ditanya apa faktor yang berpengaruh pada tingkat keterpilihan caleg Nasdem hingga targetnya meleset, John mengatakan, jaman sudah berubah. Meskipun ada yang masih mengandalkan uang, John mengatakan sudah saatnya bersosialisasi secara modern tanpa mahar.
John memberi apresiasi kepada salah satu caleg terpilih dari dapil IV, Aprianus Hale yang selama ini mengelola Kebun Restorasi atau kebun petani nasdem.
Ternyata dari kebun tersebut, lanjut John, Aprianus Hale berhasil menarik simpati masyarakat dan membentuk mereka menjadi pemilih militant tanpa permainan uang.
“Jovan (Aprianus Hale, red) itu nol rupiah, uang untuk sosialisasi tidak ada, saya bilang kamu bagi sayur saja. Saya bangga dan anggap dia hebat.  Program yang kita buat kebun petani nasdem sehingga pemilihnya menjadi militan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai sosok yang bakal menduduki kursi pimpinan, John mengatakan, sesuai aturan maka yan duduk di kursi wakil ketua adalah caleg dengan perolehan suara terbanyak.
“Kalau wakil ketua, ikut aturan suara terbanyak, kita karang baru tidak bisa. Itu berarti Beni Manek karena dia dapat  1.320 suara. Pak Cypri Temu cuma 600an suara,” ujarnya.
Apakah tidak ada pertimbangan lain atau kebijakan dari partai, John mengatakan hal itu sudah dibahas ditingkat partai nanti akan dikirim nama-nama ke provinsi.
“Saya sudah panggil mereka untuk berembug, kesepakatannya kita kirim rekomendasinya dikirim ke kupang,” jelasnya.
Partai Nasdem dan Golkar Belu Raih Kursi Pimpinan
Ketua Golkar Belu Epi Nahak

Epy Nahak Berpeluang Pimpin DPRD Belu
Selain Partai Nasdem, Partai Golkarpun bakal mendapatkan jatah kursi wakil ketua seperti halnya pada periode 2014-2019 lalu.
Pada periode lalu, yang duduk pada jabatan wakil ketua dari Partai Golkar adalah Beny Hale yang kembali terpilih pada pemilu kali ini.
Ketua DPD II Partai Golkar Belu, Yohanes Jefri Nahak atau yang biasa disapa Epy Nahak kepada TIMORDAILY.COM mengatakan, Golkar Belu menargetkan enam kursi pada pemilu kali ini namun hanya dapat empat kursi sehingga harus puas untuk kembali dapat jatah wakil ketua.
Menurutnya, ada beberapa syarat agar seseorang caleg terpilih dari Partai Golkar bisa menduduki jabatan pimpinan.
Adapun syarat dimaksud antara lain, harus sarjana, sedang menjabat di struktur partai, dan merupakan calon incumbent.
“Ini beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa duduki kursi pimpinan. Tapi nanti kita serahkan ke DPD I untuk diteruskan ke DPP karena nanti SKnya dari DPP,” jelasnya.
Epy Nahak tak membantah jika sebagai Ketua DPD II partai Golkar Belu, dirinya paling berpeluang menjadi pimpinan DPRD.
Untuk diketahui, caleg Golkar yang dipastikan terpilih untuk periode 2019-2024 antara lain, Yohanes Jefri Nahak, Beny Hale, Theodorus F. Seran Tefa dan Rofinus Manek.
 
Ketua KPU Minta Saksi dan Pengawas Kawal Sampai Akhir
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Belu melakukan Rapat Pleno Terbuka dalam rangka merekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilihan Umum tahun 2019 tingkat Kabupaten Belu di Gedung Betelalenok Atambua, Jumat pagi (03/05/2019).
Direncanakan proses penghitungan di tingkat kabupaten ini akan berlangsung mulai hari ini hingga selesai pada hari esok ataupun lusa.
Rapat pleno ini dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan, Dandim Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho, Kapolres Belu, unsur pimpinan Forkopimda plus kabupaten Belu, Ketua Bawaslu kabupaten Belu, Pimpinan dan Pengurus Partai Politik kabupaten Belu, Saksi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di kabupaten Belu.
Ketua KPU Kabupaten Belu, Michael Nahak, S.Sos dalam sambutan awalnya mengungkapkan rasa belasungkawa atas Kematian para penyelenggara pesta demokrasi di seluruh Indonesia sekaligus bersyukur atas berkat Tuhan kepada penyelenggara tingkat Kabupaten Belu hingga tidak adanya korban Meninggal Dunia akibat kelelahan.
Ditegaskan juga sesungguhnya Pemilihan Umum merupakan pesta rakyat sehingga semua masyarakat di seluruh Indonesia wajib melaksanakannya dalam kegembiraan.
Terkait rekapitulasi hari ini adalah satu rangkaian panjang dari proses pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 17 April 2019 yang lalu.
Perjalanan rekapitulasi dari tingkat TPS dan Kecamatan di kabupaten Belu sudah dilakukan secara terbuka sehingga hari ini telah dibawah ke tingkat Kabupaten.
“Proses rekapitulasi ke tingkat kabupaten cukup transparan dengan waktu yang cukup panjang. Hal ini demi satu kepentingan yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses penyelenggara Pesta Demokrasi Bangsa,” ujar Michael.
Dijelaskan bahwa rekapitulasi pleno terbuka ini adalah tahapan lanjutan dari rekapitulasi tingkat kecamatan sehingga mekanisme dan tata cara rekapitulasi diharapkan bisa sama dengan yang ada di kecamatan.
“Kami berharap proses rekapitulasi penghitungan suara hasil ini murni merupakan satu rekapitulasi yang sudah kita lakukan secara terbuka dan secara berjenjang dari tingkat kecamatan.”
Michael Nahak sangat mengharapkan semua peserta yang hadir bisa sama-sama mengawal dengan baik dari awal hingga akhir proses rekapitulasi dan penetapan penghitungan suara Pemilu tahun 2019 tingkat Kabupaten Belu.
“Jangan sampai tinggalkan kami di tengah proses sedang berlangsung agar ketika ada hal-hal yang ditemukan bisa diselesaikan secara baik,” pintanya. (roy/ron/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)
 
Editor : Fredrikus R. Bau

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *