google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0
News  

Pasca Pembunuhan di Cabang PU Atambua, Masih Terjadi Aksi Saling Kejar dan Saling Tusuk. Begini Kesaksian Dandim Belu

Pasca Pembunuhan di Cabang PU Atambua, Masih Terjadi Aksi Saling Kejar dan Saling Tusuk. Begini Kesaksian Dandim Belu
TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pasca pembunuhan di cabang PU Atambua pada Senin (29/4/2019) malam, situasi di Kota Atambua, sempat diwarnai aksi saling kejar dan saling tusuk menggunakan senjata tajam.
Aksi brutal ini diduga dilakukan oleh anggota dari dua perguruan silat yang berseteru lantaran tidak puas atas kematian saudaranya di Kota Perbatasan RI-RDTL tersebut.
Padahal, pelaku penusukan atas nama Jeronimo sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Belu.
Aksi saling kejar dan saling tusuk ini terjadi pada Selasa (30/4/2019) sore dan disaksikan langsung Komandan Kodim (Dandim) 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho yang sedang duduk di teras rumah dinasnya.
“Saya lagi duduk ngopi di depan, tiba-tiba saja ada yang saling kejar. Ada yang ditusuk. Setelah ditanyai mereka dari IKS dan PSHT (perguruan silat, red)” kata Dandim ketika menghubungi TIMORDAILY.COM, Rabu (1/5/2019).
Informasi yang diperoleh TIMORDAILY.COM, Aksi brutal pada selasa sore ini ternyata menyebar dan terjadi di beberapa tempat dalam Kota Atambua.
Para pelaku membacok salah seorang warga di depan Rumah Jabatan Dandim 1605/Belu, lalu menyerang beberapa warga di depan Mako Polres Belu,
Aksi berlanjut di Lapangan Umum Atambua, Perempatan Apotik Sumber Sehat, dan melakukan aksi saling kejar di Pasar baru Atambua.
BACA JUGA : Usai Tenggak Miras, Pria ini Tusuk Warga Atambua Perbatasan RI-RDTL Hingga Tewas
BACA JUGA : Suami Ditemukan Tewas di Jalan Raya Pantura Biboki Anleu, Jeklin Ungkap Kejanggalan dan Sesalkan Kinerja Polisi
Kejadian ini sebenarnya berawal dari sekelompok warga yang menggunakan 30-an motor melakukan konvoi. Mereka membawa parang, kayu, pisau, dan peralatan lain sembari melakukan aksi brutal.
Diduga aksi brutal tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas meninggalnya saudara mereka.
Mereka menyerang secara membabi buta orang-orang yang mereka temui di jalan.
Salah seorang warga kodim kepada TIMORDAILY.COM menceritakan bahwa segerombolan pria datang langsung membacok salah seorang warga kodim tanpa banyak bicara.
Setelah itu, para pelaku pergi meninggalkan korban.
“Mereka datang, tidak tanya lagi… langsung potong saja. Kasian padahal korban tidak tahu apa-apa dengan kejadian di Cabang PU,” ujar warga kodim yang tak ingin disebutkan namanya.

Pedagang Panik

Salah seorang penjual di Pasar Baru Atambua, Martina menceritakan bahwa mereka kaget dengan aksi saling kejar di dalam Pasar Baru Atambua.
Mereka saling kejar dari dalam pasar menuju Pasar Ikan.
Martina pun terpaksa harus menutup lapak jualannya karena takut akan ada penyerangan yang lebih besar lagi.
“Lebih baik tutup saja, dari pada ada kita yang tidak tahu apa-apa ini ikut diserang,” ujarnya.
Informasi ini secara cepat menyebar sampai ke telinga pihak kepolisian Polres Belu.
Aparat polisi dan TNI bertindak cepat dengan mengamankan situasi.
Tak butuh waktu lama, pihak Polres Belu pun segera mengamankan situasi dalam pasar sehingga aktivitas kembali normal.
Selanjutnya, pihak Kepolisian Polres Belu bersama Kodim 1605/Belu pun segera memanggil kedua pimpinan perguruan untuk melakukan perundingan damai.
Direncanakan, perundingan damai akan dilanjutkan hari ini Rabu (1/5/2019) di Mako Polres Belu.
Pantauan TIMORDAILY.COM, beberapa saat pasca kejadian, situasi dalam kota Atambua kembali normal.
Para penjual, pembeli, dan tukang ojek di Pasar Baru Atambua kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
Demikian halnya juga dengan situasi di Lapangan Umum Atambua kembali normal seperti biasanya.

Dandim Belu dan Kapolres Belu pertemukan pimpinan IKS dan PSHT, Selasa (30/4/2019) malam
Dandim Belu dan Kapolres Belu pertemukan pimpinan IKS dan PSHT, Selasa (30/4/2019) malam

Dandim dan Kapolres Pertemukan Pimpinan Perguruan Silat

Beberapa saat setelah aksi brutal pada Selasa (30/4/2019) sore berhasil diredam, Kapolres Belu AKBP Christian Tobing dan Komandan Kodim Belu Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho mempertemukan pimpinan dua perguruan silat yang diduga berseteru.
Sekitar pukul 19.30 wita terjadi pertemuan di Rumah Dinas Dandim 1605 Belu antara tokoh pemuda Pengurus Perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Belu dengan Pengurus Perguruan Ikatan Kera Sakti (IKS) Cabang Belu.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Dandim 1605 Belu, Kapolres Belu, Sejumlah pejabat Polres Belu, Pasi Intel Kodim, Ketua PSHT Cabang Belu Ruben Tavares, Sekretaris PSHT Siloi, Ketua IKS Cabang Belu Manuel Maya, Sekretaris IKS Benja dan Senior IKS Paul.
Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Kapolres dan Dandim 1605 Belu pasca terjadinya Kasus Penikaman terhadap Anggota Perguruan IKS Nelvis Babo Gomes yang terjadi pada tanggal 29 April 2019 pada pukul 18.30 wita di Cabang PU, Keluraha Manumutin, Kecamatan kota Atambua.
Dalam pertemuan tersebut Dandim dan Kapolres Belu memberikan penekanan pada masing-masing pihak untuk tidak terpancing situasi dan saling menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Kabupaten Belu.
Dari tokoh pemuda yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik dan akan menindaklanjuti dengan akan diselenggarakan Sumpah/ Perjanjian secara adat.
Pertemuan tersebut berakhir pada pukul 21.00 wita.
Dandim Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho kepada TIMORDAILY.COM mengatakan,
Sebagai sebuah organisasi perguruan silat atau beladiri, harusnya memberikan teladan atau menjadi contoh yang baik kepada masyarakat bukan malah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Selanjutnya, kata Dandim, kedua pihak bersedia berdamai dan mengakhiri perseteruan melalui jalan sumpah adat.
Sedangkan untuk pelaku kejahatan agar dipercayakan kepada aparat penegak hukum untuk memrosesnya.
“Kita sampaikan bahwa harusnya mereka yang perguruan, harus menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu disepakati untuk sumpah adat.
Intinya kedua bela pihak agar saling menahan diri dan mengingatkan kelompok dan anggotanya. Pak Kapolres juga sampaikan agar mereka itu jangan berkelahi terus,” tandas Dandim.
Menurut Dandim, organisasi ini sebetulnya berada di bawah pengawasan dan pembinaan pemerintah yakni Kesbangpol.
Sehingga ke depannya, akan dikoordinasikan agar diberikan pembinaan dan pendampingan agar bisa menjauhi prilaku negatif di masyarakat.
“Kita akan bina mereka agar orgnisasi ini bisa berjalan secara sehat,” ujarnya. (Ric/roy/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)
 
Editor : Fredrikus R. Bau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *