Pelaku Pembunuhan Nina Welkis Terancam Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan

TIMORDAILYNEWS.COM,KUPANG-Yustinus Tanaem alias Tinus (41) pelaku pembunuhan Korban Yuliana Apriani Liu Welkis alias Nani (19) terancam hukuman mati atau seumur hidup. Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

Pelaku yang telah diamankan Polisi tersebut, ditangkap oleh Unit Resmob Subdit 3 Jatanras Polda NTT dan Polres Kupang di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kota Kupang dengan cara pelacakan nomor handphone (hp).

Pelaku adalah seorang sopir dump truk yang beralamat di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pelaku telah memiliki 2 orang anak.

“Motifnya melampiaskan hasrat seksual. Karena korban menolak, lalu pelaku menghabisi korban. Lokasinya terjadi di Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang,” demikian penjelasan Kabid Humas Polda NTT, Kombes. Rishian Krisna Budi Aswanto dalam keterangan pers kepada Wartawan pada Jumat (21/5/2021) di Mapolda NTT.

Aswanto menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari jasad Nina Welkis ditemukan oleh staf Badan pertanahan, pemilik lahan dan Lurah Batakte, pada Senin (17/5/2021) tengah melakukan pengukuran lahan milik PT. Dwi Mukti Graha Elektrindo. Ketika pengukuran tanah tersebut tercium bau menyengat, dan ketika mengecek ternyata ditemukan sesosok jasad.

Penemuan jasad ini langsung dilaporkan ke Kepolisian Resort Kupang, dan atas dasar itu Direskrimum Polda NTT memerintahkan Resmob Subdit 3 Jatanras membackup Polres Kupang dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Selama empat hari melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui korban meninggalkan kos di Jalan Mekar Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Jumat 14 Mei 2021 sekitar pukul 14.10 Wita untuk menemui pelaku Tinus. Pelaku Tinus ini baru dikenal korban melalui facebook dengan nama akun Ary Tyo Tyo. Dimana pelaku menjanjikan membantu korban untuk bisa bekerja di tempatnya kerjanya di gudang Bumi Indah Osmok,” jelas Aswanto.

Kronologisnya, terang Aswamto, korban di jemput pelaku dengan menggunakan sepeda motor di depan ruko (eks kantor OJK) di jalan Frans Seda, Fatululi, kemudian pelaku membonceng korban dan membawanya ke Batakte yang jauh dari pemukiman warga.

Di tempat itu, Pelaku mengajak korban masuk ke dalam hutan untuk berhubungan badan, tetapi korban menolak dan melarikan diri, namun pelaku mengambil pisau dan mengancam korban.

Pelaku lalu mencekik korban dan mencoba membuka celana korban, tetapi korban melakukan perlawanan dengan mencakar leher dan kemaluan pelaku, sehingga saat itu pelaku langsung membanting korban kemudian menikam korban dengan sebilah pisau ke arah dada kiri korban sebanyak 1 kali, sehingga korban tidak bergerak.

Setelah itu, jelas Aswanto, pelaku memperkosa korban, kemudian pelaku mengambil uang milik korban sebesar Rp150 ribu dan juga sebuah handphone lalu pergi meninggalkan korban.

“Pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan Unit Resmob Subdit 3 Jatanras Polda NTT berdasarkan keterangan saksi-saksi, rekaman cctv, kloning CDR Nomor Handphone korban yang diketahui berkomunikasi dengan pelaku,” ungkap Aswanto.

Selanjutnya, tandas Aswanto, Polisi pun melacak nomor handphone yang diduga digunakan pelaku. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima beserta handphone (Hp) milik korban.

Setelah itu dilakukan interogasi dan pendalaman, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya yang telah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan Nina Welkis.

Pelaku juga, ujar Aswanto, dalam kasus yang sama pernah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban lainnya, yakni Marsela Bahas di lokasi Tanah Kolo, Kelurahan Batakte pada Februari 2021.

Aswanto menambahkan, dalam kasus saat ini, Polisi telah berhasil mengamankan barang bukti berupa Pakaian Korban berupa celana, baju, celana dalam, juga barang lainnya seperti masker, uang pecahan Rp20 ribu sebanyak 2 lembar dan 2 Rekaman CCTV (toko jaya pratama, Jenni computer, toko Kios kaos dan cafe kopi kulo).
Dari tangan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sebilah pisau, satu unit motor dan handphone milik korban.

Atas perbuatannya, Aswanto menyebutkan, Pelaku dikenakan pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan (dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa / nyawa orang lain) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.(nel/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *