Belu, News  

Pena Batas RI-RDTL Kutuk Penganiayaan Wartawan di Malaka oleh Anggota TNI

TIMORDAILYNEWS.COM, ATAMBUA – Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL mengecam dan mengutuk tindakan premanisme yang dilakukan sejumlah Anggota TNI terhadap wartawan Timor Daily di Kabupaten Malaka.

Tindakan kekerasan oknum anggota TNI terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik tersebut dinilai sebagai tindakan tidak patut dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers.

“Di mana – mana kita selalu dianggap sebagai mitra. Namun kenyataan di lapangan, terkadang tidak sesuai dengan apa yang selalu diwacanakan itu,” kata Ketua Pena Batas RI – RDTL, Stefanus Dile Payong saat dihubungi Timor Daily via pesan Whatsapp, Kamis ( 15/4/2021 ) Sore.

Menurutnya, sebagai sesama pekerja media dirinya sangat menyayangkan tindakan anarkis oknum TNI yang sudah melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan itu.

Lanjut Stefanus, jika ada salah paham, alangkah baiknya dikomunikasikan dengan baik – baik. Bukannya, main hakin sendiri apalagi seorang aparat yang tugas nya menyanyomi dan melindungi masyarakat

“Atas kejadian ini, sebagai Ketua Pena Batas RI – RDTL saya meminta kepada pimpinan TNI di wilayah perbatasan dalam hal ini Dandim 1605 Belu, agar dapat memberikan pembinaan pada anggotanya, sehingga ini tidak terjadi lagi ke depan,” pintanya.

Lebih lanjut Efans menegaskan, kalau tidak ada tindakan apapun maka pihaknya akan lakukan aksi dan akan menempuh jalur lainnya sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

“Kita berharap, semoga ke depan tidak terjadi lagi bagi wartawan – wartawan lainya yang sedang bertugas di lapangan,” tutup Efans.

Sebelunya diberitakan, Wartawan Media Online Timor Daily (timordailynews.com) Kabupaten Malaka, Oktavianus Seldy menjadi sasaran amukan sejumlah anggota TNI di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.58 WITA.

Akibat diamuk sejumlah tentara, Seldy saat ini mengaku trauma dan merasa terancam saat melakukan kegiatan jurnalistiknya.

“Saya trauma lihat tentara karena ternyata kita wartawan ini dipandang seperti musuh atau penjahat perang,” kata Seldy.

Tak diketahui apa masalahnya namun saat itu, Seldy sedang meliput keadaan di desa tersebut termasuk memotret dan mengambil video milik warga yang terkena bencana banjir beberapa waktu lalu.

Anggota TNI yang melihat Seldy merekam mereka langsung datang dan mendorong serta berusaha merampas kameranya.

“Entah masalahnya apa saya tidak tahu. Saya arahkan kamera ke mereka lalu mereka suruh saya stop. Saya sampaikan bahwa saya wartawan dan berhak meliput, tapi mereka maki-maki dan dorong saya mau rampas kamera,” kata Seldy usai kejadian.

Beruntung saat itu ada Anggota DPRD Malaka, Ans Taolin yang berusaha memberikan penjelasan kepada Anggota TNI tersebut dan mengatakan untuk diklarifikasi secara baik.

“Tadi ada Pak Dewan Ans. Mereka berusaha rampas kamera tapi saya tidak kasih,” kata Seldy.

Seldy mengaku heran dengan sikap arogansi anggota TNI yang memperlakukannya seperti musuh atau penjahat perang.

Terkait identitas anggota TNI, Seldy mengaku mendapat informasi bahwa anggota tersebut bertugas di Koramil Betun. (ito/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM).

Laporan Wartawan : Oktavianus Fatin
Editor : Marselino

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *