Penanganan Bencana Di Kabupaten Malaka Dinilai Belum Maksimal

Penanganan Bencana Di Kabupaten Malaka Dinilai Belum Maksimal
Ket. Foto dari Kiri Perwakilan Cis Timor, tengah Perwakilan Save the Children, Kanan Direktur Bengkel APPek

TIMORDAILYNEWS.COM, MALAKA – Tim Non Government Organization (NGO) lokal yakni Bengkel APPek dan CIS Timor bersama mitra kerja Save the Children menggelar rapat koordinasi (Rakor) evaluasi tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Malaka.

Hasil evaluasi tersebut mengungkapkan penanganan pasca banjir di Kabupaten Malaka belum maksimal dan berjalan pincang di mana seharusnya ada pemilahan data korban namun hal itu belum dilakukan secara baik.

Demikian disampaikan Direktur Bengkel APPek, Vinsen Bureni seusai rakor yang berlangsung di aula hotel Ramayana Betun, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Vinsen, penanganan bencana di Malaka pihaknya bersama Cis Timor dan mitra kerja  Save the Children bersama para relawan melakukan evaluasi bersama.

Evaluasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran seperti apa pola penanganan kebencanaan. Baik pasca bencana maupun masa pemulihan untuk dicarikan solusi kedepannya lebih baik.

Menurutnya, data korban di Kabupaten Malaka harus dipilah secara baik dari desa namun pada penentu kebijakan belum dipilah.

“Tugas NGO adalah membantu tanpa inrervensi dalam upaya penanganan dan pencegahan pasca bencana. Perlu semacam gambaran dampak bencana dan aspek mitigasi termasuk pengembangan informasi,” katanya.

Ia menekankan bahwa pola pencegahan dini terhadap bencana harus memanfaatkan media dan sarana lokal baik lonceng, media maupun pemerintah setempat.

“Ini maksudnya agar ada kewaspadaan dini yang cepat dijangkau warga. Makanya tiga NGO ini  meletakan dasar kolaborasi karena sasaran perhatian kami lebih pada upaya perlindungan anak baik itu  sarana belajar maupun aspek psikososial,” jelas Vinsen.

Ia berharap agar dari kegiatan ini bukan hanya NGO yang menangani persoalan bencana tetapi semua elemen masyarakat termasuk di desa.

Hal yang sama disampaikan perwakilan Cis Timor, Anato Moreira bahwa penanganan bencana dalam hal kewaspadaan dini sudah pernah di lakukan di Malaka melalui radio. Namun itu tidak berjalan baik karena terbentur ddngan ijin penyiaran dan dilarang Lembaga Penyiaran Indonesia.

“Kita berharap rekomendasi dari evaluasi ini akan disampaikan ke pemda karena suka tidak suka, mau atau tidak mau Malaka ini memang langganan bencana. Untuk itu kita perlu beri masukan melalui Bapeda bagian Sosial Budaya agar informasi kewaspadaan dini harus terus disuarakan,” katanya.

Ia menambahkan, data korban bencana di Malaka belum terpilah secara baik. Akibatnya mereka kesulitan dalam hal distribusi bantuan terutama pada anak-anak dan ibu hamil.

“Makanya kita bangun  koordinasi bersama. Rekomendasi rakor akan  disampaikan kepada pemerintah. CIS Timor  juga dengan Oxfam dalam beberapa tahun kedepan akan bekerjasama,” tambah Anato.

Sementara itu perwakilan Save the Children Alfred Otidja mengungkapkan, misi lembaganya adalah memperhatikan tumbuh kembangnya anak.

Hak dasar anak serta perlindungan anak menjadi tanggung jawab lembaga Save the Children.

Lanjutnya, mitra kerja NGO lokal dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Malaka sudah dilakukan secara maksimal.

Untuk itu, melalui rakor ini dapat menyamakan persepsi antara pihak sehingga dapat dibuatkan rekomendasi untuk pengambil kebijakan.

Lanjutnya lagi, hasil temuan di lapangan akan menjadi masukan ke Pemda terutama mitigasi dalam menghadapi bencana ke depannya.

“Bengkel APPek dan Cis Timor sudah meletakkan dasar karena saat ini akan diaktifkan 8 kluster penanganan bencana. Malaka sudah jalan tetapi belum terkoordinir dengan baik. Saya ucapkan terima kasih pada mitra walau terbatas tapi sudah bekerja sesuai  harapan,” katanya. (onz/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor : Marselino

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *