Penjabat Bupati Alor Minta Kapolres Pantau Kegiatan Tambang Di Sungai Lembur

Penjabat Bupati Alor Minta Kapolres Pantau Kegiatan Tambang Di Sungai Lembur

Penjabat Bupati Alor, DR.Drs. Zeth Soni Libing, MSi dan Kapolres Alor, AKBP.Supriadi Rahman, SIK foto bersama awak media dalam perayaan HPN tahun 2024 tingkat Kab Alor di desa Alor Besar

TIMORDAILYNEWS- Penjabat Bupati Alor, DR. Drs. Zeth Soni Libing, MSi minta Kapolres Alor agar menyampaikan kepada Kapolsek untuk melakukan pemantauan kegiatan tambang pasir dan batu oleh sejumlah perusahaan di sungai Lembur, Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor.

Pasalnya kegiatan tambang diwilayah tersebut mengancam akan terjadinya kerusakan lingkungan terutama lahan pertanian masyarakat.

“Beberapa hari lalu saya di Lembur, habis kegiatan ada masyarakat yang minta saya untuk melihat kondisi tambang di sungai atau kali lembur, dan ketika saya ke sana memang saya mengamati kegiatan tambang yang ada mengancam lingkungan,” demikian ungkapan Libing ketika duduk bersama dengan Kapolres Alor, AKBP. Supriadi Rahman, SH, SIK pada Selasa (27/02/2024) di desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor saat menghadiri perayaan HPN tahun 2024 tingkat Kabupaten Alor.

Terkait dengan masalah tambang tersebut, Libing ketika itu langsung minta Kapolres Rahman untuk menyampaikan kepada Kapolsek untuk melakukan pemantauan terhadap kegiatan tambang dimaksud.

Menurut Libing, kegiatan tambang di sungai Lembur tersebut jika tidak dikendalikan, maka suatu saat lahan disekitar bentaran sungai tersebut akan rata menjadi sasaran banjir.

“Mereka biasanya pakai alasan dengan normalisasi. Kalau normalisasi hanya menempel tanah atau batu dipinggir kali, maka itu bukan normalisasi karena kalau banjir akan angkat semua material yang dimaksud,” jelas Libing.

Libing menegaskan, kalau namanya normalisasi itu harus dengan menggunakan Bronjong, dan Bronjong tersebut merupakan urusan Pemerintah.

Libing mengakui memang untuk kegiatan pembangunan dibutuhkan pasir dan batu, namun kegiatan tambang batu dan pasir prinsipnya tidak boleh merusak lingkungan.

“Untuk urusan tambang ini memang kewenangan Pemerintah Provinsi, namun kita menjaga agar lingkungan tidak boleh rusak,” tandas Libing sambil menambahkan dirinya juga memantau diduga akibat pengambilan pasir diwilayah tersebut sehingga menyebabkan bangunan bendungan bagian dasarnya mulai terkikis.

Terkait dengan persoalan tambang di sungai Lembur tersebut juga sebelumnya pada Senin. (26/02/2024) disampaikan Libing ketika beraudiensi dengan Panitia Seminar Hari Studi 1 Abad KWI tingkat Kabupaten Alor di Ruang Kerjanya di Kantor Bupati Alor.(oktomanehat).***

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *