News  

Pesona Bupati Belu di Mata Romanus Woga

Pesona Bupati Belu di Mata Romanus Woga

TIMORDAILYNEWS.COM – Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga mengutarakan kekagumannya terhadap Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM di Acara Peresmian Kantor Cabang Motaain KSP Kopdit Pintu Air di Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Selasa (18/10/2022).

Kekaguman Wakil Presiden Koperasi Asean Dua Periode ini memantik sebuah “pantun” yang ditujukan langsung kepada orang nomor satu di wilayah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu ini.

Romanus bertutur, dr. Taolin Agustinus adalah sosok yang ganteng dan tampan. Ia pun berpantun, ‘Jari Lentik Mengayun Sampan, Sampan diayun, perahu melintas. Sudah ganteng tambahlah tampan, Agus Taolin Jadi Bintang’. Ucapan Tokoh Koperasi Nasional itu, sontak mendapat apresiasi “tepukan tangan” dari seluruh tamu undangan yang hadir.

Usai melantunkan pantun, Wakil Bupati Sikka ini kembali bertutur tentang gerakan awal kehadiran Kopdit Pintu Air di wilayah Nusa Tenggara Timur. Diakuinya, saat itu banyak orang di Indonesia ragu dengan koperasi ini.

“Woga ini orang gila. Bagaimana bisa, NTT inikan orang miskin. Tidak mungkin orang miskin menabung,” kenang Woga waktu itu.

Romanus menambah, karena kegilaan dirinya, membuat koperasi ini masih berdiri sehat dengan aset triliunan rupiah dan memiliki anggota sebanyak 300 ribu orang.

“Kita harus selalu bersyukur dan memuji Tuhan dalam segala ruang dan waktu, agar terhindar dari sifat ketidakpuasan. Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk gaya hidup. Sebaliknya sekecil berapapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan benar-benar untuk kebutuhan hidup,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, Tokoh Koperasi Nasional, yang pernah memberi kuliah umum di berbagai belahan dunia ini bercerita, bahwa ia pernah ditanya salah satu Mahasiswa, soal dirinya yang fasih berbahasa Inggris. Iapun menjawab, seperti pepatah mengatakan, manusia kuat dengan makan, bijaksana dengan membaca.

Kendati menguasai belasan bahasa asing, ia mengaku hingga saat ini belum bisa menggunakan laptop dan komputer. Menurutnya, ia tidak membutuhkan semuanya itu, karena dirinya lebih membutuhkan manusia untuk melihat dirinya.

Bagi Romanus Woga, dunia ini begitu sukar kebaikan menular, namun begitu cepat kejahatan menjalar. Ini yang harus direnungkan bersama, karena dalam sebuah perjuangan pasti ada tantangan yang menyertai.
“Memang kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengatur layar perahu. Untuk jajaran pintu air, siapkan sampan hatimu, bukalah layar pikiranmu dan bertolaklah ke masa depan pintu air yang kuat, sehat dan terpercaya,” pungkasnya. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *