Belu, News  

Petani Desa Leuntolu Berpotensi Gagal Panen, ini Penjelasan Kadis KPHP Belu

Petani Desa Leuntolu Berpotensi Gagal Panen, ini Penjelasan Kadis KPHP Belu
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu, Geradus Mbulu

TIMORDAILYNEWS.COM, ATAMBUA – Curah hujan tahun ini boleh dibilang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hal ini sangat menguntungkan petani sawah karena air berkelimpahan dan berdampak pada melimpahnya hasil pertanian.

Namun, ada sebagian wilayah di Kabupaten Belu yang berpotensi gagal panen atau hasil tidak maksimal. Ini karena luas lahan yang digarap untuk ditanami tidak mencapai 30 persen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (KPHP) Kabupaten Belu, Geradus Mbulu kepada Timor Daily di kantornya, Kamis (4/3/2021) mengatakan, lahan sawah di Sukabitetek, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk tidak digarap secara maksimal sehingga berdampak pada hasil panen.

Menurutnya, luas lahan di Sukabitetek antara 880 hektare sampai 1.000 hektare tetapi yang dioleh dan ditanam hanya 96 hektare.

“Luas lahannya sebanyak 880-1000 hektar tetapi yang ditanamkan sebanyak 96 hektar. Ini kendalanya curah hujan sehingga tahun ini wilayah sukabiktetek sedikit penanaman, ketimbang wilayah lain yang ada di Kabupaten Belu,” ujarnya.

Mengenai luas lahan pertanian di seluruh Kabupaten Belu, Geradus merincikan, luas lahan pertanian jagung jumlah sebanyak 17.888 hektar tetapi saat ini yang sudah ditanamkan hanyaa 1.552 hektare.

Berikutnya, lanjut Geradus, luas lahan pertanian berupa padi jumlah sebanyak 6.988 hektar dan yang sudah ditanamkan sebanyak 5.154 hektare.

Pihaknya, kata Geradus, terus berupaya memberikan pendampingan kepada para petani terutama memperhatikan penyaluran pupuk dan obat-obatan agar produktivitas tanaman meningkat. (veg/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Laporan Wartawan : Silvester Manek

 

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *