PMII Cabang Kupang Minta Usut Investasi Ikan Kerapu di Waekelambu

PMII Cabang Kupang Minta Usut Investasi Ikan Kerapu di Waekelambu
Ketua PMII Kota Kupang

PMII Cabang Kupang Minta Usut Investasi Ikan Kerapu di Waekelambu

TIMORDAILYNEWS.COM,KUPANG – Budidaya ikan kerapu di Teluk Waekelambu, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada oleh Pemprov NTT melalui dinas perikanan Dan kelautan kini memicu perhatian publik.

Hal tersebut juga menjadi bahan pertanyaan besar bagi PMII Cabang Kupang lantaran menurut data dari sekian dana yang diinvestasikan oleh Pemprov NTT yakni sebesar Rp 7,8 miliyar. Karena itu, investasi tersebut harus diusut tuntas.

Dalam press release yang diperoleh TIMOR DAILY, Jumat (25/6/2021), PMII Cabang Kupang mendapat informasi bahwa budidaya tersehut gagal atau hasil panen tidak sesuai harapan.

Pada tanggal 14 Juni 2021 lalu dikabarkan ada agenda kegiatan panen raya ikan kerapu di Waekelambu, alhasil ikan yang barusan di panen tidak sesuai harapan dan bahkan nilai penjualan hasil panen ikan tersebut sangat kecil dikabarkan hanya sekitar 1 persen jika dibandingkan total investasi sebesar Rp 7,8 miliar.

Menyangkut dengan dana tersebut berasal dari anggaran pendapatan belanja daera (APBD) TA 2019 sebesar Rp 7,5 miliar dan pada (APBD) perubahan NTT TA, 2020 di tambah kan sekitar RP 300 juta untuk pembelian pangan ikan tersebut pada (September 2020) akan tetapi informasi yang didapat kan sangat memilukan berat ikan tak mencapai harapan alias kurang Gizi.

Muncul pertanyaan anggaran sebesar itu tidak mampu mendatangkan pangan ikan sesuai dengan kebutuhan apa yang menjadi penghambat.

“Sudah kita ketahui bersama manusia itu adalah makhluk yang berakal dan sudah seharusnya agenda budidaya ikan dengan investasi yang begitu besar harus ada kalkulasi yang akurat,” kata Ketua umum PMII Cabang Kupang Ikhwan Syahar dalam press releasenya.

Dikatakan, dana sebesar Rp 7,8 miliyar tanpa ada kalkulasi yang menjadi target itu sangat lucu, maksudnya dari hasil ikan yang didapatkan dan dari angka sekian yang dialokasikan target budaya itu sudah ada.

Artiannya dengan angka segitu harus panen Ikan sebanyak berapa ton, waulaupun kita melihat dari investasi yang diberikan oleh Pemprov NTT sebesar Rp 7,8 miliar dan hasil panen yang barusan didapatkan sekitar Rp 78, 6 juta saja.

Ini terindikasi bahwa ada yang kurang beres dalam pengelolaan dana tersebut, dan hari ini PMII cabang Kupang mempertanyakan kasus ini.

Dalam press rilis yang diterima Jumat 25 Juni 2021 dari PMII Cabang Kupang disebutkan bahwa :

1. Kasus ini pernah juga ditangani oleh Polda NTT namun sejauh ini belum ada kejelasan.

2. Kami PMII Cabang Kupang mendesak Kapolda NTT secepatnya mengsut tuntas terkait dengan skandal yang cukup memiluhkan.

3. Selanjutnya kami juga mendesak DPK secepatnya selesaikan masalah ini dan terakhir dari sekian banyak pernyataan sikap di media yang menyorot kasus ini dan diklarifikasi oleh Kepala Dinas DPK Provinsi NTT, Ganef Wurguyanto bahwasanya budidaya ikan kerapu itu berjalan dengan baik.

PMII Cabang Kupang Ikhwan Syahar menegaskan agar kiranya dari beberapa poin di atas secepatnya untuk diusut segara supaya keresahan yang dirasakan oleh masyarakat secepatnya bisa diredam dengan hasil penyelidikan yang memuaskan.(nel/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Editor : Marselino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *