PMKRI Kupang Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

PMKRI Kupang Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
Ketua PMKRI Cabang Kupang. Alfred Saunoah

TIMORDAILYNEWS.COM, KUPANG – Tragedi kemanusiaan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar Minggu(28/03/2021) jam 10.30 WITA, menyita perhatian publik.

Betapa tidak, peristiwa ini terjadi di saat perayaan hari besar umat Kristen, Minggu Palma berlangsung.

Aksi bom bunuh diri ini merupakan bentuk kecelaan terhadap nilai-nilai toleransi yang selama ini kita genggam sebagai perekat di tengah kehidupan yang beragam.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mengutuk tindakan para pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar.

Hal ini disamapaikan oleh ketua PMKRI Cabang Kupang Alfred Saunoah Kepada Timor Daily di Marga Juang 63 PMKRI Kupang, Minggu (28/03/2021) malam.

“Kami mengutuk keras para oknum di balik tragedi bom bunuh diri di Gereja katedral Makasar. Tindakan ini sangat tidak terpuji,karena sangat mengganggu kondusifitas dalam keanekaragaman kehidupan. Apalagi saat ini umat Kristen sedang memasuki hari pekan suci Hari raya paskah,” tegasnya.

Alfred berharap pihak berwajib segera mengambil langkah cepat untuk mengusut tuntas para aktor dibalik tragedi tersebut.

“Kami minta dengan tegas pihak berwajib harus serius mengusut para pelaku dan harus memperketat keamanan pada saat prosesi hari raya berlangsung,” pintanya.

Alfred juga menghimbau kepada semua masyarakat Indonesia terutama umat Kristen dimana berada untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan.

“Kita percayakan kepada pihak berwajib untuk mengusut para oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Jangan saling memprovokasi mari jabat erat persaudaraan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya. (nel/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Laporan Wartawan : Kornelis Bria

Editor : Okto M

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *