Ritual Adat Husik Baku Batar Hare Fini Tandai Gerakan Tanam Jagung di Umaklaran

Ritual Adat Husik Baku Batar Hare Fini Tandai Gerakan Tanam Jagung di Umaklaran

TIMORDAILYNEWS.COM – Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM menghadiri pelaksanaan Ritual Adat Husik Baku Batar Hare Fini di Umametan Rinbesi Mane Ikun, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kamis (22/12/2022).

Ritual Adat Baku Batar Hare Fini merupakan ritual adat khusus untuk meminta para leluhur agar memberkati semua benih yang akan di tanam pada musim tanam ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu mengatakan bahwa ritual adat ini merupakan identitas bagi warga yang harus dijaga dan disyukuri. Menurutbmnya, pengharapan dan rasa syukur kepada Tuhan diungkapkan melalui ritual adat ini.

“Tradisi untuk menghidupkan kembali acara ritual adat bercocok tanam di daerah ini sangat baik. Nilai budaya prosesi seperti ini, sebagai bagian identitas juga kebanggaan kita sebagai masyarakat yang berbudaya,” ungkapnya.

Bupati Belu menuturkan, mudah-mudahan peraturan daerah segera disetujui untuk kita sama-sama menata dan melestarikan tradisi budaya yang dianut diwilayah Kabupaten Belu.

“Saya sudah berbicara dengan Loro Lamaknen, agar kita berkumpul bersama untuk melihat kembali kelembagaan adat di Kabupaten Belu ini. Pemerintah sangat mendukung tradisi ini termasuk untuk melestarikannya,” ujar Bupati Belu.

Bupati berharap agar ritual adat seperti ini dapat dikelola dan dikembangkan lebih menarik. Hal ini bertujuan agar ritual adat yang dilangsungkan setiap tahun ini, dapat menjadi agenda wisata budaya bagi masyarakat luar.

“Kegiatan ini akan kita dokumentasikan dalam agenda promosi budaya. Semoga di kemas dan ditata lebih menarik, sehingga ketika orang datang mengunjungi wilayah atau kampung adat ini, kita bisa tampilkan ritual adat ini sebagai agenda wisata unggulan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, pelestarian tradisi adat ini juga harus selaras dengan pemanfaatan alam yang bijak. Bupati mengajak seluruh tokoh adat dan masyarakat setempat untuk melestarikan lingkungan guna perwujudan kemandirian pangan.

“Kita akan minta masukan dari tokoh-tokoh dan lembaga adat tentang kalender ritual lembaga adat yang ada di Kabupaten Belu. kegiatannya apa, dimana dan kapan. Dan kegiatan sore hari ini merupakan langkah awal untuk lestarikan budaya kita. Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu mengucapkan terima kasih kepada kita semua,” tutup Bupati Belu. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *