Sehari Setelah MK Tolak Gugatan Petahana, Dokter ini Mengundurkan Diri dari Direktur Rumah Sakit

Sehari Setelah MK Tolak Gugatan Petahana, Dokter ini Mengundurkan Diri dari Direktur Rumah Sakit
Direktur RSPP Betun, Oktelin Kaswadie

TIMORDAILYNEWS.COM, MALAKA – Tepat satu hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh permohonan pasangan calon petahana Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar kabar adanya pengunduran diri seorang dokter dari jabatannya sebagai kepala rumah sakit.

Diketahui, dokter tersebut adalah Oktelin Kurniawati Kaswadie. Dia menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan (RSPP) Betun, Kabupaten Malaka sejak tahun 2018.

TIMOR DAILY lantas mengkonfirmasi kabar ini langsung kepada yang bersangkutan. Dan ternyata sang dokter telah mengajukan pengunduran diri beberapa hari lalu.

Informasi tersebut dibenarkan dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, ketika dikonfirmasi TIMOR DAILY, Jumat (19/3/2021) pagi.

“iya… kenapa? Saya mau istirahat saja dulu,” jawab Oktelin.

Menurut Oktelin, ia cukup lelah selama 3 tahun terakhir bertugas memimpin RSPP Betun.

Tak hanya meletakkan jabatan direktur, Kaswadie juga berencana untuk undur diri dari ASN.

“Saya nggak pernah tidur nyenyak. Nggak pernah urus keluarga. Nggak pernah ngajarin belajar anak-anak saya,” beber Oktelin kepada TIMOR DAILY.

Lebih lanjut, Oktelin menjelaskan Aman aja, Ya… back to home daily actifities.

“Selamat untuk kemenangan SNKT. Rencananya mau mundur dari ASN juga, supaya lebih fleksibel kerjanya,” tandas Oktelin yang mengaku tidak suka sebenarnya menjadi ASN.

Sebab kata Oktelin, ia sudah kerja di Malaka sejak Tahun 2008. Sedangkan baru jadi ASN Tahun 2014.

“Itu karena diangkat langsung juga karena dokter PTT pusat dihapus. Bisa langsung diangkat PNS,” ujar Oktelin.

Walau demikian Oktelin berkomitmen, tetap melayani pasien di luar RSPP Betun.

“Saya percaya, semua Staf di RSPP sudah hebat-hebat dan profesional,” kata Oktelin.

Menurut Oktelin,”Apa yang baik tetap teruskan, yang masih kurang ditingkatkan. Yang tidak baik ya sudah lupakan saja, life must go on.”

Seperti diketahui,  dokter Oktelin dilantik sebagai direktur rumah sakit ini pada masa kepemimpinan Stefanus Bria Seran (SBS) sebagai Bupati Malaka pada tahun 2018.

Dan pada Pilkada Malaka 2020 lalu, Stefanus Bria Seran maju sebagai calon petahana berpasangan dengan Wande Taolin.

Pasangan ini diusung dan didukung oleh sejumlah partai besar dengan jumlah kursi 20. Namun pasangan ini kalah suara dari pasangan calon pendatang baru yakni Simon Nahak berpasangan dengan Kim Taolin yang terkenal dengan sandi politik SAKTI.

Paket SAKTI hanya didukung partai kecil dengan jumlah kursi 5 berhasil menang.

Meski pasangan calon petahana mengajukan permohonan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), SAKTI tetap melaju dan siap dilantik lantaran permohonan ditolak seluruhnya oleh MK pada sidang kemarin, Kamis (18/3/2021). (VIA/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor: Oktavianus Seldy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *