Simak Video Warga Malaka Terendam Banjir Luapan Benenai

Kondisi Rumah Adat Terendam Banjir di Desa Fahiluka,Kecamatan Malaka Barat (FT: 2 April 2021)

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Luapan banjir Sungai Benenai kembali melanda 3 kecamatan yang berada di dalam wilayah Kabupaten Malaka, NTT dan merendam sekitar 36 desa dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih pada 1 April 2021, pukul 23.05 malam hingga sekarang.(2/4/2021)

Walaupun belum ada korban jiwa namun para korban menderita kerugian harta benda sangat besar. Berpuluh – puluh hektar sawah dan ladang warga rusak serta mengalami gagal panen.

Sedangkan hewan ternak seperti sapi, babi, kambing dan ayam mati tersapu banjir. Rumah – rumah warga pun tidak luput dari hantaman banjir yang disertai material lumpur pekat.

Meluapnya  Sungai Benenain sejak Kamis, 1 April 2021  itu disebabkan jebolnya titik tanggul penahan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain yang diterdapat di wilayah Motaulun, Besikama, dan Sikun termasuk Naimana, Fahiluka, Lawalu, Bolan.

Dari 3 kecamatan yang terkena banjir tersebut terdapat beberapa Gereja turut dihantam banjir, salah satunya paroki St. Fransiskus Xaveriuis Bolan.

Sementara Gereja lainnya yang terkena banjir namun tidak separah paroki Bolan.

Jebolnya tanggul disebebakan hampir 1 pekan terakhir hujan mengguyur Kabupaten Malaka, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara, dan kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sungai-sungai yang ada di 3 kabupaten tersebut bermuara ke Sungai Benenain, apabila terjadi hujan terus menerus maka akan meluap.

Selain itu tanggul-tanggul penahan air disekitarnya tak bisa membendung walalupun telah dibangun tanggul penahan air.

Sejak tahun 2000 lalu, banjir bandang yang menelan korban jiwa ratusan orang itu hingga kini masih menyisakan banjir tahunan bagi warga sekitar Malaka yang menelan korban harta warga yang tidak sedikit.

Mau Kiik warga Desa Naimana korban bencana banjir Benenain kepada TIMORDAILY mengatakan, kami kehilangan lahan sawah dan kebun, ternak terancam mati semua.

“Hanya tersisa pakaian dibadan. Ini bencana yang butuh bantuan  kita semua baik itu pemerintah, LSM dan juga pihak gereja agar penanggulangan tanggul banjir ke depannya lebih efektif,” ujarnya penuh kesedihan.

Mau Kiik dengan suara terbata ,mengakui harus dengan apa ia menafkahi keluarganya mengingat banjir telah menghancurkan lahan sawah dan kebun jagung miliknya.

Selain itu juga ternaknya sebagian terancam mati akibat diterjang derasnya banjir Benenain.

Hingga kini, Rumah yang mengalami rusak berat  dan rusak ringan belum didata, akibat rumah yang masih terendam air banjir mengakibatakan beberapa akses jalan terputus.

Termasuk Luas lahan sawah dan ladang yang diterjang banjir dan mengalami gagal panen belum didata.

Sedangkan, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT Viktorinus Manek, yang dipercayakan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Malaka itu belum memberikan komentar terkait meluapnya Sungai Benenai itu.(via/TIMORDAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor: Oktavianus Seldy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *