Soal Banjir Akibat Luapan Sungai Benenai, ini Langkah Penjabat Bupati Malaka

Kadis PMD Provinsi NTT Viktorinus Manek, yang dipercayakan Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Malaka. Turun Memantau Lokasi Banjir dan Tanggul di Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Jumat (2/4/2021)

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Dipercayakan Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat menjadi Penjabat Bupati Malaka. Ini yang akan dilakukan Viktorinus Manek pasca  meluapnya Sungai Benenai yang merendam ratusan rumah warga Kabupaten Malaka, NTT sejak Kamis (1/4/2021).

Karena itu, ada beberapa langkah penanganan dalam mengatasi banjir Sungai Benenai yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Malaka itu.

“Saya hanya berusaha lakukan, apa yang bisa saya lakukan tanpa menabrak aturan,” jelas Penjabat Bupati Malaka ketika dihubungi TIMOR DAILY.

Terkait air bersih, Viktor mengaku sudah meminta Camat Malaka Tengah dan Camat Malaka Barat untuk mengerahkan mobil tangki bantu air bersih kepada masyarakat.

“Air bersih sudah dikerahkan mobil tangki dari tiap kecamatan, termasuk dibantu oleh mobil dari Bencana dan Sosial. Tapi saya pastikan lagi,” kata Viktor Manek yang merupakan Kadis PMD NTT itu.

Walau begitu, Viktor Manek sudah menyiapkan langkah, baik langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

“Memang tadi, saya  hanya jalan-jalan saja seperti yang adik mereka tulis. Saya turun ke lokasi untuk lihat sendiri, dari kampung  terdampak sampai ke tanggul dan tempat banjir meluap untuk memastikan solusi yang akan diberikan tepat,” jawab Viktor.

Menurut Viktor, langkah selanjutnya akan dilakukan koordinasi penanganannya baik darurat maupun rekomendasi jangka panjang.

Untuk Dinas kesehatan diminta siapkan obat dan puskesmas siaga antisipasi dampak bencana.

Sedangkan Dinas Sosial melalui Tagana, turun ke lapangan termasuk para Camat dan Kepala Desa bersama masyarakat mendata semua yang terkena dampak..

“Dari pihak Bencana sudah kunjung ke Desa terdampak guna mengumpulkan data warga yang terdampak banjir, setelah itu baru diintervensi,” tegas Viktor.

Dijelaskan Viktor Manek, kita mau bawa beras ke masyarakat, akan tetapi sekarang aturannya harus data dulu. Berapa luas wilayah terdampak dan masyarakat yang terkena dampak.

“Selanjutnya ditetapkan status bencana dan pernyataan bencana baru buat surat ke Dolog. Tidak lagi serta merta keluarkan surat,” beber Viktor.

Sebab menurut Viktor, Ia sudah koordinasikan ke Dinas PUPR-Provinsi NTT untuk  segera tangani jembatan Benenai.

Selain itu, Kata Viktor, ia telah lakukan koordinasi juga kepada Balai Sungai NTT Untuk tangani tanggul yang hampir jebol di Desa Motaulun.

Diberitakan sebelumnya, sebagian besar warga terdampak banjir sudah mulai surut. Hanya genangan di beberapa jalan desa,” pungkas Marsel Leki yang ditemui TIMOR DAILY di halaman kantor Desa Fahiluka, Jumat (2/4/2021) sore.

Warga membutuhkan air bersih dan logistik makanan usai banjir merendam rumah mereka sejak Jumat (2/4) pagi.

“Saat ini warga membutuhkan air bersih dan logistik karena air bersih terendam akibat banjir,” jawab Marsel dengan wajah murung.

Menurut Marsel, warga kekurangan air bersih. Banyak air memang, tapi susah untuk digunakan menanak nasi.

“Tadi kelihatan penjabat Bupati Malaka datang memantau, tetapi hanya datang lihat lalu pulang, yahh sama saja,” kata Marsel.

Senada dikeluhkan Melkianus Seran, beberapa perabot rumah yang basah terkena banjir sudah tidak bisa dipakai lagi.

Itu seperti kasur, pakaian, kulkas, selimut, dan lainnya karena terendam air yang bercampur lumpur.

“Perabot tersebut sangat sulit dibersihkan sementara air untuk membersihkannya tidak ada,” kata dia yang juga kehilangan 5 ekor ayamnya.

Ditambah lagi cuaca yang masih mendung, kami juga kesulitan untuk menjemurnya.

Melkianus Seran terpaksa membuang beberapa pakaian dan kasurnya karena sudah tidak bisa lagi dipakai akibat banjir.

“Musibah ini betul-betul berdampak terhadap kami,” ujar dia.

Ia berharap semoga tidak ada lagi banjir susulan dan saat ini masyarakat mulai membersihkan material banjir yang menempel di rumahnya.

Kemudian ia juga berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Semoga pemerintah bisa bantu.

“Saya berharap semoga mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Setidaknya bantuan kasur untuk alas tidur,” ucap Melkianus Seran warga Desa Fahiluka. (Via/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor: Oktavianus Seldy

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *