News  

Tanah Belum Bersertifikat, Sejumlah Sekolah Di Alor Timur Sulit Mendapatkan Bantuan

Camat Alor Timur, Daud Hanadjaha (topi) dan Kepala Desa Maukuru, Markus Tangkomang

Tanah Belum Bersertifikat, Sejumlah Sekolah Di Alor Timur Sulit Mendapatkan Bantuan

TIMORDAILYNEWS.COM, ALOR- Sejumlah Sekolah di Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor hingga saat ini belum memiliki sertifikat tanah.

Imbasnya, sekolah-sekolah tersebut kesulitan atau tidak mendapat bantuan untuk pembangunan infrastruktur sekolah guna mendukung Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM).

Hal ini disampaikan Kepala Desa Maukuru, Kecamatan Alor Timur, Markus Tangkomang yang dipertegas Camat Alor Timur, Daud Hanadjaha ketika ditemui Timordailynews.com pada Senin 15 Agustus 2022 di Kantor Desa Maukuru disela-sela kegiatan kunjungan Ketua Tim Wasev TMMD ke 114, Brigjen TNI Yuswandi.

Markus mengatakan, Sekolah Dasar (SD) Inpres Maukuru di desanya itu hingga saat ini belum memiliki sertifikat tanah. Pasalnya menurut pihak Dinas Kehutanan lahan tersebut masuk dalam kawasan hutan.

Akibatnya, tandas Markus, sekolah tidak bisa mendapatkan bantuan pembangunan infrastruktur bangunan baru.

“Kalau rehab-rehab kecil itu bisa. Tetapi untuk bangunan baru tidak bisa. Tentu kita sangat rugi. Mau bangun mess guru juga tidak bisa, padahal di sekolah ini sejumlah guru dari wilayah lain yang ditugaskan di SD Maukuru. Kami butuh ruang kelas, dan juga mess agar guru fokus di sekolah,” ungkap Markus.

Markus berharap ada solusi atau upaya lain untuk menolong masyarakat, agar sekolah tersebut statusnya jelas sehingga ada dikungan bantuan untuk mendukung kegiatan KBM.

Senada dengan hal ini juga ditegaskan Camat Alor Timur, Daud Hanadjaha. Daud mengatakan, di Alor Timur ini ada beberapa sekolah yang belum memiliki sertifikat karena informasinya masuk dalam kawasan hutan.

Selain SD Inpres Maukuru, Daud juga menyebutkan, SD dan SMP di Padang Panjang juga belum memiliki sertifikat tanah.

Daud mengharapkan, Pemerintah didalamnya termasuk Dinas Kehutanan dan Badan Pertanahan dapat memberikan solusi sehingga tanah-tanah sekolah yang belum bersertifikat bisa diterbitkan sertifikatnya.

“Ini demi generasi kita, anak bangsa di daerah ini. Kegiatan KBM mereka perlu didukung dengan fasilitas yang memadai. Jika sepanjang ini kalau belum memiliki sertifikat, maka sekolah tidak bisa nendapat bantuan pembangunan,” ujar Daud.(oktomanehat/Timor Daily/Timordailynews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *