Tim Cyber Tak Terima Laporan AMPAS, Komitmen Polda NTT Sebagai Polri PRESISI Dipertanyakan

Tim Cyber Tak Terima Laporan AMPAS, Komitmen Polda NTT Sebagai Polri PRESISI Dipertanyakan
Perwakilan AMPAS Kota Kupang saat berada di Polda NTT untuk melaporkan Ketua DPRD Kota Kupang, Selasa (1/6/2021) siang. foto by Nelson Bria/TIMORDAILYNEWS.COM

TIMORDAILYNEWS.COM, KUPANG – Komitmen Kapolda NTT bersama seluruh jajarannya untuk menjadikan Polri sebagai institusi Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI) dipertanyakan.

Komitmen ini dipertanyakan oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti SARA (AMPAS) Kota Kupang lantaran tim cyber Polda NTT tak ada di tempat saat ada laporan pada Selasa (1/6/2021) siang.

AMPAS sudah berada di Mapolda NTT sejak pukul 13.00 WITA namun hingga pukul 16.00 WITA, tim Cyber Polda NTT masih belum ada.

Ketua PMII Kota Kupang, Ikwan mengatakan bahwa pihaknya sangat kesal dengan pelayanan kepolisian POLDA NTT.

“Lembaga sebesar Polda NTT ini tidak menyediakan orang-orang yang bisa melayani masyarakat. Kami sangat kesal dengan hal ini. Dan kami akan tetap kawal masalah ini sampai tuntas,” tegasnya.

Hal senada disampaikan, Ketua PMKRI Cabang Kupang, Alfred Saunoah.

Saunoah mengaku sangat kecewa dengan respon dari pihak Polda Nusa Tenggara Timur akibat dari tidak diterimanya laporan aliansi dengan alasan tim cyber tidak ada.

“Alasan yang bagi saya tidak masuk akal katanya tim cyber tidak berada ditempat sehingga tidak bisa diproses dan dikeluarkannya laporan polisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alfred mempertanyakan komitmen menjadi institusi PRESISI seperti yang digaungkan Kapolri  Jenderal Listyo Sigit.

“Kita sangat serius dengan laporan ini agar tidak terjadi lagi dan tidak ada oknum lainnya yang mengeluarkan suara seperti ini lagi. Terkait dengan tidak diterimanya laporan ini kami berharap Polda NTT menyediakan personil yang banyak di tim cyber sehingga Polri PRESISI yang digaungkan oleh Kapolri dapat dijalankan oleh pihak Polda NTT,” tegasnya.

Alfred mengatakan, dirinya bersama aliansi akan datang lagi ke Polda NTT untuk melaporkan ujaran kebencian dan SARA yang dilakukan oleh pejabat.

“Kita dari aliansi akan kembali ke Polda besok tanggal 2 Juni 2021 untuk menghantar laporan ini dan kita berharap Polda NTT mengusut tuntas isu SARA ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, AMPAS Kota Kupang yang merupakan gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda di Kota Kupang datang ke Polda NTT guna melaporkan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe.

Laporan tersebut dilakukan menyusul ucapan bernuansa SARA yang disampaikan ketua DPRD Kota Kupang sebelumnya Viral di berbagai media sosial.

Namun, laporan itu belum diterima karena petugas dari Pihak Polda NTT dalam hal Tim Cybver NTT lagi bertugas di luar.

Pantauan Timordailynews.com terlihat perwakilan Aliansi diminta dari pihak Kepolisian Polda NTT dalam hal ini pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT).

AMPAS lantas diarahkan untuk menuju bagian Cyber Polda NTT.

Setelah melakukan koordinasi melalui perwakilan AMPAS, Rino Sola dan Ikhwan (Ketua PMII Kota Kupang) mendapat informasi dari petugas kepolisian Polda NTT bagian Ciber bahwa petugas yang bertugas hari ini sedang melakukan kegiatan di luar.

Lalu para pelapor (AMPAS) diarahkan untuk menunggu di depan ruangan SPKT.

Mereka menunggu dari pukul 13.00 WITA sampai pukul 16.00 WITA para petugas Cyber Polda NTT belum juga tiba.

Akhirnya AMPAS melakukan diskusi di ruang SPKT dengan para petugas dan disepakati untuk laporan terkait rekaman vidio berbau SARA tersebut bisa dilaporkan besok Rabu 2 Juni 2021. (nel/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Laporan Wartawan : Kornelis Bria

Editor : Okto M

 

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *