News  

Tim Medis Alor Melakukan Rapid Antigent Di Wilayah Terdampak Bencana Seroja

Tim Medis Alor Melakukan Rapid Antigen Di Wilayah Terdampak Bencana Seroja

TIMORDAILYNEWS.COM, ALOR- Tim medis di Kabupaten Alor sebagai bagian dari perpanjangan tugas Satgas Penangganan Covid-19 Kabupaten Alor melakukan rapid antigent bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak berat akibat badai seroja.

Kegiatan rapid antigent massal tersebut dalam rangka mengantisipasi terjadinya penularan covid-19 akibat adanya kegiatan sosial yang bersifat kerumunan pasca banjir bandang dan longsor yang dipicu badai seroja pada awal bulan April 2021.

Kapolres Alor, AKBP. Agustinus Christmas, SIK kepada Wartawan di Kalabahi, Selasa (20/4/2021) menjelaskan, kegiatan rapid antigent di wilayah terdampak bencana sangat penting . Hal ini guna melakukan pencegahan dini penularan covid-19 bila atau jika ditemukan ada yang terkonfirmasi.

Menurut Christmas, hasil koordinasinya dengan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dan laporan anggotanya dilapangan, masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran rapid antigent adalah desa Tamakh di Kecamatan Pantar Tengah, Welai Selatan di Kecamatan Alor Tengah Utara, Malaipea di Kecamatan Alor Selatan, dan 4 desa di Kecamatan Alor Timur Laut, yakni Waisika, Taramana, Lipang dan Pido.

“Kalau di desa Tamakh sebanyak 62 orang di rapid dan hasilnya NR, desa Waisika 60 orang dan hasilnya NR, Taramana jumlah yang di rapid 35 dinyatakan NR, desa Welai Selatan 32 orang rapid juga NR, desa Malaipea sebanyak 87 orang menjalani rapid dan hasilnya NR, desa Lipang ada 18 yang dirapid semua NR, dan desa Pido sebanyak 74 orang dirapid dan hasilnya NR,” rinci Christmas sambil mengatakan yang dimaksud NR adalah non reaktif atau negatif.

Christmas mengatakan, kegiatan rapid di wilayah dampak bencana ini sesungguhnya sasarannya tidak hanya bagi masyarakat saja, tetapi juga termasuk relawan ataupun orang yang kesana yang tengah menjalankan tugas.

Berkaitan dengan rapid antigen massal ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dominggus Prakameng menambahkan, kegiatan tersebut untuk mengantisipasi pencegahan penularan covid-19 di daerah bencana.

“Pasca bencana di wilayah-wilayah terdampak bencana banyak orang yang datang kesana, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya kerumunan. Untuk itu rapid antigent covid-19 ini patut dilakukan,” tandas Dominggus.

Menurut Dominggus, pihaknya selain melakukan rapid antigent diwilayah terdampak bencana, juga melakukan rapid antigent terhadap masyarakat di Kelurahan Binongko, Kecamatan Teluk Mutiara di Kota Kalabahi, pada Senin (19/4/2021). Pasalnya wilayah tersebut ditemukan atau terkonfirmasi 4 orang positif covid-19 pada Jumat (16/4/2021) ketika mereka melakukan pemeriksaan di salah satu clinik di Kota Kalabahi.

“Ada 55 orang yang menjadi sasaran rapid antigent di Kelurahan Binongko, dan syukur semua mereka dinyatakan non reaktif atau negatif (NR),” ungkap Dominggus.(osm/TIMORDAILY/TIMOR DAILYNEWS.COM)

google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *