News  

Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Belu Hadirkan Tim Mentor dari RSUD Johannes Kupang

Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Belu Hadirkan Tim Mentor dari RSUD Johannes Kupang

TIMORDAILYNEWS.COM – Salah satu strategi intervensi dalam upaya penurunan AKI dan AKB antara lain melalui peningkatan kualitas pelayanan melalui program pendampingan Rumah Sakit (RS) oleh RS Pendamping.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu menghadirkan Tim Mentor asal RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang untuk melakukan pendampingan Rumah Sakit (Hospital Monitoring) kepada RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua

Kegiatan Hospital Monitoring RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Desember 2022 ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM Kamis (8/12/2022), dengan menghadirkan Tim Manajemen, Maternal, Neonatal, Rujukan dan Tim Elektromedik.

Kegiatan pendampingan RS ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola klinis dan tata kelola manajemen di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

”Untuk mencapai target penurunan AKI-AKB tidak hanya melalui penguatan di Rumah Sakit, intervensi dilakukan mulai dari pencegahan primer, baik di tingkat keluarga, masyarakat dan kualitas pelayanan baik di FKTP Pemerintah dan swasta, “terang Bupati Belu.

Ia menjelaskan, sesuai dengan Surat Edaran Sekjen Kemenkes RI No. 548 tahun 2020 tentang Peningkatan Peran RS dalam Percepatan Penurunan AKI-AKB.

“Bahwa kewajiban Rumah Sakit ditingkat atas memberikan pendampingan klinis dan manajemen dan jejaring rujukan kepada Rumah Sakit dengan kelas di bawahnya dan FKTP di wilayahnya, pendampingan ini sifatnya sementara sesuai kebutuhan yang disepakati oleh para pihak,” ungkap Bupati Taolin.

Disampaikan pula, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID), untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dan penguatan sistem kesehatan Indonesia.

Bupati berharap, melalui program tersebut dapat mendukung program nasional untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dan memastikan kegiatan yang dilaksanakan sejalan dengan kebijakan Menteri Kesehatan RI.

“Melalui USAID Momentum, pemerintah dapat memperkuat kolaborasi dan menjalin hubungan baik mulai dari pemerintah daerah, lintas program dan lintas sektor serta mitra pembangunan lainnya,” jelas Bupati.

Disampaikan pula, rumah sakit harus menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat, dimana orang datang untuk mendapatkan pelayanan yang baik, dia percaya bahwa kalau dia datang di Rumah Sakit ini masalahnya akan terlayani secara baik.

“Kita punya ICU dan Gastroentero Hepatologi yang tidak kalah dengan di tempat lain. Soal kematian dan kesembuhan, dokter disini akan berusaha melayani sebaik-baiknya,” ujar Bupati Belu.(prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *