News  

Ujian Nasional 2019, 44 SMP di Perbatasan RI-RDTL Masih Laksanakan UN Berbasis Kertas dan Pensil

Ujian Nasional 2019, 44 SMP di Perbatasan RI-RDTL Masih Laksanakan UN Berbasis Kertas dan Pensil
 TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Ujian nasional 2019 untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sudah berlangsung.
Tak terkecuali di Kabupaten Belu, Perbatasan Negara RI-RDTL.
Jika di wilayah lain, pelaksaan UN sudah berbasis komputer, di wilayah kabupaten Belu masih manual alias berbasis kertas dan pensil.
Hal ini disebabkan karena tidak ada fasilitas ujian komputer seperti laboratorium komputer, kendala jaringan maupun kendala arus listrik serta keterbatasan sumber daya anak dalam mengoperasikan komputer pada 44 SMP swasta dan negeri di Belu.
Misalnya di SMPK Donbosco Atambua, Pantauan TIMORDAILY.COM, Selasa (23/4/2019), sebanyak 248 siswa mengikuti ujian nasional kertas dan pensil.
Ada 13 ruangan ujian yang digunakan dan dalam pengawasan ketat dua orang pengawas.
Para pengawas ini bertugas memastikan agar tidak terjadi kebocoran soal dan saling contek.
Kepala SMPK Donbosco Atambua, Pius Seran mengatakan, untuk mengatasi tingkat kebocoran soal,  pihak pengawaspun diperketat dengan cara melakukan penukaran silang sesama sekolah yang melaksanakan ujian.
“Kendala waktu informasi yang telalu cepat sehingga membuat kami tidak bisa melaksanakannya. Selain itu juga kedala server ujian, listrik higga jaringan membuat SMP Donbosco tidak bisa melakukan UNBK,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marsianus Loe secara terpisah membenarkan bahwa baru empat sekolah yang melaksanakan UNBK sedangkan 44 sekolah lainnya masih menggunakan kertas dan pensil karena fasilitas yang sangat tidak memadai.
Dia juga menambahkan pada tahun 2020 nanti akan dilakukan perlengkapan fasilitas komputer untuk 11 sekolah yang berada di Kota Atambua dan sambil meperhatikan sekolah sekoalh yang berada di pelosok wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Untuk diketahui,  pada tahun ini ada 48 SMP dan 147 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Belu yang menggelar ujian nasional (UN).
Ada 4 SMP yang menggelar UNBK dari total ada 48 SMP yang menggelar ujian nasional dengan menggunakan fasilitas milik SMA dan SMK.
Distribusi Soal Ujian Nasional Dikawal Aparat Kepolisian
Sebelumnya, guna menyukseskan UNBK di Kabupaten Belu untuk pertama kali, pendistribusian  soal ujian dikawal ketat aparat kepolisian.
Sejumlah kepala sekolah bersama pihak kepolsian mengambil soal dengan pertimbangan jarak dan kemanan menuju sekolah di batas negara RI-RDTL yang jauh.
Sementara itu untuk sejumlah sekolah yang berada di Kota Atambua baru dilakukan keesokan harinya.
Hal ini untuk menjaga keamanan dari soal ujian agar tidak terjadi kebocoran.
Kepala SMP Mandala, Yasintus Fahik mengatakan, saat ini sudah mengambil seluruh dokumen ujian nasional.
Namun harus dilakukannya pemeriksaan ulang kelengkapan soal ujian agar bisa sesuai dengan jumlah siswa peserta ujjian.
Dia juga menambahkan hingga saat ini SMP Negeri Mandala, Kecamatan Raimanuk masih melakukan ujian nasional berbasis kertas dan pensil karena tidak memiliki sarana dan prasarana computer maupun masih jauh dari akses infrastruktur lainnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Frans Rikardus Mali mengatakan, soal-soal dan dokumen lainnya mulai dibagi dan distribusikan, sementara itu sekolah yang berada di wilayah perkotaan akan diambil sehari setelahnya.
Dia juga menambahkan di tahun pertama ujian nasional berbasis komputer untuk smp baru akan dilakukan empat sekolah sambil melakukan pengkajian agar tahun depannya bisa melakukan penambahan sekolah-sekolah yang melakukan UNBK. (Aje/TD)
Editor : Fredrikus R. Bau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *