News  

Wabup Belu Tanam Simbolis Kopi Arabica di Lamaknen Selatan

Wabup Belu Tanam Simbolis Kopi Arabica di Lamaknen Selatan

TIMORDAILYNEWS.COM – Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM menghadiri Gerakan Tanam Kopi di Peibulak, Desa Loonuna, Kecamatan Atambua Selatan, Senin (12/12/2022). Gerakan Tanam Kopi 2.022 Anakan itu ditandai dengan penanaman simbolis oleh Wakil Bupati Belu.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis anakan Kopi Arabica kepada 8 Kepala Desa Se-Kecamatan Lamaknen Selatan.

Ikut dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Kadis PMD, Kadis Pendapat Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Lamaknen Selatan, Guru dan Siswa-Siswi SMP Negeri Lamaknen Selatan dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup Belu mengatakan, jika di Lamaknen Selatan ini ada sekitar 50.000 pohon anakan kopi yang tersebar di 8 desa, maka setiap desa pasti memiliki 6.250 pohon.

“Kalau mati satu dapat diganti dengan 1.000 pohon dan itu wajib hukumnya. Lamaknen Selatan memiliki potensi penghasil kopi yang sangat menjanjikan dan kita bangga dengan kekayaan ini,” ujar Wabup Belu.

Disampaikan Wabup, hingga sekarang pohon kopi sudah tidak kelihatan lagi. Kalaupun ada itu tumbuh sendiri atau hasil yang ditanam oleh orang tua kita dahulu.

“Hari ini kita melakukan penanaman kembali 452 anakan kopi ditempat ini. Lahan yang disiapkan ada 45 hektar dan tersebar di 8 desa. Saya akan cek lagi 1 bulan kedepan, apakah sudah ditanami semua atau belum,” kata Wabup.

Wabup Belu berpesan agar tidak sembarang menebang pohon disekitar daerah ini, karena banyak tanaman disini akan difungsikan sebagai tanaman pelindung kopi.

“Saya melihat tempat ini terdapat banyak pohon pelindung yang harus dijaga. Mengingat pohon-pohon disekitar ini akan difungsikan sebagai tanaman pelindung bagi kopi yang kita tanam,” imbuh Wabup Alo Haleserens.

Selain pohon pelindung, Wabup Belu menghimbau agar masyarakat ikut menjaga tanaman kopi dari ancaman ternak penduduk yang masih bebas berkeliaran.

“Saya minta kepada para kepala desa untuk fokus menanam di titik-titik sumber mata air. Setiap
sumber mata air harus ditanami pohon, minimal tanam 1 hektar di setiap titik-titik sumber mata air,” ajak Wabup Aloysius. (prokopimbelu/TIMORDAILYNEWS.COM/TIMOR DAILY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *