google.com, pub-4291941378970298, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Belu, News  

Warga Desa Renrua Blokir Jalan Kabupaten, Kepala Desa Bilang Begini

Warga Desa Renrua Blokir Jalan Kabupaten, Kepala Desa Bilang Begini
Kepala Desa Renrua, Eduardus Kidamanto Bau, SH

TIMORDAILYNEWS.COM, ATAMBUA – Warga Dusun Lalere Kiik, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi NTT melakukan aksi blokir ruas jalan kabupaten yang melintasi wilayah itu.

Warga Desa  Renrua tetap bersikeras tetap memblokir jalan agar Pemda Belu secepatnya memperhatikan jalan tersebut.

Terhadap hal ini, Kepala Desa (Kades) Renrua, Eduardus Kidamanto Bau telah turun ke lokasi dan melakukan pendekatan terhadap warganya untuk bisa membuka kembali ruas jalan tersebut.

Menurutnya, sikap warga yang kesal dengan kondisi jalan tersebut adalah hal yang wajar karena sudah sekian lama jalan tersebut mengalami kerusakan berat namun tak kunjung diperbaiki.

Hanya saja, lanjut Kades Eduardus, aksi blokir jalan mestinya tidak boleh dilakukan agar warga lainnya tetap melintasi jalan tersebut.

Dirinya berharap, warga setempat dengan kepala dingin menyampaikan aspirasinya dan sebagai pemerintah setempat akan terus mengkomunikasikan hal tersebut kepada pemerintah daerah agar bisa dicarikan jalan keluarnya.

“Saya sudah ke lokasi dan lakukan pendekatan dengan warga saya agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan umum,” katanya ketika dihubungi Timor Daily, Rabu (5/5/2021) pagi.

Menurut Kades Eduardur, aksi blokir jalan itu dilakukan warga yang kesal sejak tahun 2004 hingga saat ini Tahun 2021 belum ada perhatian khusus oleh pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut.

Kondisi jalan yang rusak berat, kata Kades Eduardus, sangat menyulitkan masyarakat saat musim hujan dan musim kemarau karena jalan tanah yang berlubang.

Masyarakat melakukan aksi tutup jalan ini, demikian Kades Eduardus, ada salahnya dan Ada benarnya juga.

Bisa dikatakan salah adalah saat masyarakat melakukan aksi tutup jalan/pemblokiran jalan tidak ada kordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal pemerintah desa.

Masyarakat bertindak sendiri-sendiri padahal sebaiknya itu harus bermusyawarah bersama untuk satukan bahasa dan pikiran untuk sama-sama ke pemerintah daerah supaya jangan janji tinggal janji.

Di sisi lain masyarakat benar juga Karena sudah mengingatkan pemerintah Baik pemerintah Desa maupun Pemerintah daerah untuk pembangunan Infrastruktur jalan.

“Status jalan ini jalan kabupaten jadi sebagai kepala desa kita tidak bisa berbuat banyak. Kita hanya membangun desa dengan sekuat tenaga saja tetapi untuk memperbaiki dengan anggaran ini. Dana kita tidak cukup bahkan bisa disalahkan karena kita tahu mana yang harus dibangun oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Semua sudah ada porsinya masing-masing,” urainya.

Dikatakannya, jalan di Desa Renrua mengalami kerusakan berat mulai dari Jembatan Hedibesi sampai Lalere Kiik yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malaka.

Jalan ini, lanjut Kades Eduardus, sebenarnya sudah dibangun pada  2020 mamun karna munculnya Covid-19 sehingga dana tersebut sudah dialihkan unguk penaganan Covid-19.

Bahkan saat musrembang Kades Eduardus sudah menyampaikan ke pemerintah daerah dan disampaikan bahwa ada alokasi dana Rp 4.750.000.000 untuk pembangunan jalan tersebut namun tetap dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Bukan kita tidak mau memperhatikan masyarakat, tetapi kesehatan juga kita utamakan agar nyaman, karena sehat dulu baru bisa jalan.  Sebagai kepala Desa sudah dihimbaukan ke masyarakat untuk tetap bersabar dan berdoa supaya Covid ini segera berlalu supaya jalan tersebut bisa diperhatikan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” jelasnya.

Menurut Kades Eduarus, Desa Renrua selama dua tahun berturut-turut diperhatikan khusus dari pemerintah daerah untuk infrastruktur jalan. Dan  kedepannya, akan berusaha supaya berkordinasi dengan tokoh masyarakat untuk satukan bahasa dan pikiran untuk bertemu dengan pemerintah daerah untuk beraudiens supaya secepatnya diperhatikan jalan tersebut.

“Sebagai kepala desa saya memohon maaf kepada masyarakat Renrua karena sampai pemblokiran jalan ini mungkin karena menghambat kebutuhan mereka. Dan saya juga memohon maaf kepada pemerintah daerah karena masyarakat sudah bertindak sendiri-sendiri tanpa ada kordinasi,” pungkasnya. (ans/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Penulis : Anselmus Tallo

Editor : Okto M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *