Warga Positif Covid-19 Tembus 1.019, Pemkab Belu Lakukan Tiga T Cegah Lonjakan Kasus

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM

TIMORDAILYNEWS.COM – Angka positif Covid-19 di Kabupaten Belu per Rabu 4 Agustus 2021 bertambah.

Data dari Satgas Covid-19 Kabupaten Belu, total sebanyak 1.019 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Read More

Kasus aktif atau orang yang belum sembuh 332 orang. Pasien sembuh 669 orang dan meninggal dunia 28 orang.

Posisi 1 Agustus 2021, jumlah kasus aktif 293.

Dalam empat hari, Minggu sampai Rabu, 4 Agustus 2021 terjadi penambahan masing-masing, 7 kasus, 14 kasus dan 23 kasus, 8 kasus hingga total sampai dengan Rabu 4 Agustus 330 kasus.

Dari Satgas COVID-19 juga melaporkan, kasus meninggal dunia sebanyak 28 orang.

Dirawat 16 orang, karantina terpusat 16 orang, kontak erat 61 orang dan isolasi mandiri 290 orang.

Untuk data keterisian tempat tidur di RSUD Atambua 36 persen dan sisa bed 64 persen sedangkan di Rumah Sakit Sito Husada keterisian tempat tidur 40 persen dan sisa beda 60 persen.

Kemudian, sampai dengan 4 Agustus 2021, realisasi vaksin dosis satu 29.045 orang yang mencakup kategori tenaga kesehatan, pelayan publik dan masyarakat. Dosis dua realisasi 18.164 orang.

Pemerintah terus berupaya menekan lonjakan kasus covid-19 dengan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level.

Melakukan sosialisasi protokol kesehatan terus menerus dan menggenjot vaksinasi.

Selain itu, melakukan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment) atau 3T.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD kepada wartawan mengatakan, pemerintah melakukan tiga T sebagai upaya pencegahan dini.

Semakin banyak orang yang dilakukan pemeriksaan dini semakin cepat pula penanganan yang bisa dilakukan pemerintah.

Meski hasil test positif namun tidak perlu panik. Petugas akan melakukan penanganan secara terukur agar pasien sembuh. Sebab, di atas 85 persen pasien covid-19 di Kabupaten Belu sembuh.

Bupati Belu menghimbau kepada masyarakat agar jangan takut dengan test rapid antigen yang sedang dilakukan pemerintah saat ini.

Rapid antigen bertujuan untuk mengetahui lebih dini tentang kesehatan seseorang. Bagi orang yang positif tanpa gejala bisa lakukan isolasi mandiri tetapi pasien positif yang bergejala harus dilakukan perawatan dan pengawasan.

Bupati menambahkan, dengan berlakunya program pengobatan gratis menggunakan NIK KTP maka masyarakat Belu tidak perlu ragu untuk datang ke fasilitas kesehatan di setiap tingkatan untuk memeriksa kesehatannya.

Tujuan program ini adalah membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan tanpa dipungut biaya alias gratis. ((TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM))

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *