Warga Tak Boleh Keluar Rumah, Ada 8 Daerah di NTT Terdampak Parah Badai Siklon

Warga Tak Boleh Keluar Rumah, Ada 8 Daerah di NTT Terdampak Parah Badai Siklon
Salah satu wilayah di NTT yakni Adonara, Kabuaten Flores Timur yang terkena bencana banjir. foto istimewa

TIMORDAILYNEWS.COM, KUPANG – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke menghimbau warga tak boleh keluar rumah.

Imbauan ini menyusul adanya badai siklon tropis yang melanda Provinsi NTTĀ  sejak Jumat (2/4/2021) dan 8 daerah terdampak paling parah.

Dilansir Pos Kupang, Minggu (4/4/2021), Thomas menyebut, hingga Minggu pagi, sebanyak 8 kabupaten/kota di NTT dilaporkan terdampak akibat cuaca ekstrem yang disebabkan Badai Siklon Tropis yang bergerak di Laut Sawu.

Adapun 8 daerah terdampak parah antara lain, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur khususnya wilayah pulau Adonara.

Thomas menyebut dua wilayah terparah yakni di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Malaka.

Di Pulau Adonara, kata dia, terjadi banjir bandang pada Sabtu, 3 April 2021 kemarin. Hingga kini pihak BPBD masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah itu.

Sementara itu, akses dari 4 kecamatan di ke Betun, ibukota Kabupaten Malaka juga putus total akibat bergesernya jembatan Benenain di Wilayah Weliman. Hal itu disebabkan meluapnya daerah aliran sungai (DAS) Benenain.

Terkait banjir itu, Thomas berharap bisa segera surut jika intensitas hujan menurun.

Selain 8 daerah itu, Thomas juga menyebut masih ada laporan dari daerah terkait potensi bencana di wilayah lain. “Masih masuk lagi laporan mungkin ditambah 3-4 kabupaten yang terdampak,” kata Thomas.

Namun demikian, pihaknya terus bersiaga meski iklim Siklon Tropis yang berada di Laut Sawu sedang bergerak ke selatan dan menjauhi wilayah Indonesia.

Harapannya pembentukan awan tidak terlalu tinggi sehingga intensitas hujan dan badai bisa menurun.

“Kita masih siaga terus karena iklim siklon tropis di laut sawu memang bergerak ke arah selatan menjauhi Indonesia,” kata Thomas.

Pihak BPBD menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai. Ia menyebut, potensi badai siklon tropis ini masih terjadi tiga hari hingga sepekan ke depan.

“Himbauan kita agar masyarakat jangan keluar rumah dulu karena intensitas hujan masih tinggi dan bisa berdampak pada pohon tumbang. Masyarakat menjaga diri dulu, jangan keluar karena tiga hari sampai satu Minggu ke depan ini kita masih siaga betul,” imbau Thomas.

Pihak BPBD, kata Thomas terus melakukan koordinasi dengan BMKG pusat untuk mengupdate informasi real time tentang pergerakan badai siklon di selatan Indonesia.

“Kita siaga dan koordinasi terus terkait real time badai siklon ini pergerakannya kemana,” pungkasnya. (pos kupang/TIMOR DAILY/TIMORDAILYNEWS.COM)

Editor : Oktavianus Seldy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *